Hasil Audit: Kemenhub Temukan Kesalahan “Kecil” pada Boeing 737 Tipe Max-800

Hasil Audit: Kemenhub Temukan Kesalahan “Kecil” pada Boeing 737 Tipe Max-800

Ilustrasi pesawat Lion Air [Foto: Istimewa]

Koran Sulindo – Setelah mengaudit semua pesawat udara Lion Air Boeing jenis 737 seri Max-800, Kementerian Perhubungan menemukan kesalahan kecil terutama pada tampilan kokpit dan stabilisasi kecepatan. Kesalahan ini kemudian mirip dengan hasil analisis dari beberapa pengamat penerbangan.

Selepas jatuhnya pesawat udara Lion Air JT-610 di Perairan Karawang pada Senin (29/10) lalu, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menunda semua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737 seri Max-800. Lion Air saat ini memiliki 11 armada jenis 737 seri Max-800 itu. Sedangkan, Garuda Indonesia baru memiliki 1 armada dengan jenis serupa.

Dengan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya termasuk data dari kotak hitam, Komite Nasional Keselmatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan berupaya mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Lion Air itu. Beberapa perincian tentang penyebab jatuhnya pesawat sudah dijelaskan.

Namun, berdasarkan hasil audit lebih dari 6 unit saat ini, Kementerian Perhubungan menemukan masalah terkait dengan tampilan kokpit dan sistem stabilisasi kecepatan pada jenis 737 seri Max-800 itu. Pesawat disebut membutuhkan komponen baru.

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo mengatakan, masalah tampilan kokpit dan kecepatan serta ketinggian disebut menjadi masalah teknis pada pesawat yang jatuh itu. Dalam pesawat udara, jika ada satu kesalahan kecil seharusnya diputuskan bahwa armada itu tidak laik terbang.

Sementara, pakar penerbangan dari Universitas Leeds, Stephern Wright mengatakan, bahwa temuan Kementerian Perhubungan yang merupakan hasil audit terhadap jenis 737 seri Max-800 adalah kesalahan sangat kecil. Namun, itu bisa menjadi kunci untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Pemeriksaan terhadap jenis 737 seri Max-800 dilakukan setelah muncul pertanyaan: mengapa pesawat yang baru memiliki jam terbang 800 jam itu bisa jatuh. Padahal armada JT-610 itu disebut sebagai salah satu pesawat yang paling modern dan termaju di dunia.

Lion Air memang mengakui bahwa dalam penerbangan sebelumnya, pesawat telah mengalami kendala teknis. Pertanyaannya: apakah kendala teknis itu sebagai kesalahan khusus untuk tipe pesawat Boeing model baru? Dari hasil wawancara KNKT terhadap penumpang pesawat yang menggunakan jenis dan tipe pesawat itu, beberapa mengaku tentang perjalanan “mengerikan” yang mereka hadapi ketika berada di atas pesawat. [KRG]