Petugas medis dengan APD
llustrasi: Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020)/ANTARA FOTO-Kompas/Heru Sri Kumoro/pool

Koran Sulindo – Pasien virus corona atau Covid-19 berstatus orang tanpa gejala, yang tengah menjalani proses pemulihan kesehatan saat ini bisa menjalani isolasi mandiri di Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

“Persiapan kamar sudah siap semua tinggal kebutuhan sarana pendukung saja yang perlu disiapkan,” kata Kepala Pengelola Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah Yayang Kustiawan di Jakarta, Selasa (29/9).

Sarana pendukung yang dimaksud yakni fasilitas wifi dan perlengkapan alat pelindung diri untuk petugas. Pengelola Graha Wisata TMII juga menyedikan sebanyak 48 kamar isolasi yang dapat menampung total 102 pasien orang tanpa gejala.

Meski sudah disedikan, penerimaan pasien OTG masih menunggu arahan dari otoritas terkait di lingkup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Terkait mekanisme isolasi, kata Yayang, selama pasien berada di dalam Graha Wisata pasien dilarang keluar masuk kawasan serta tidak bisa menerima kunjungan keluarga.

“Namun semua fasilitas kebutuhan pasien disiapkan oleh Pemprov DKI selama isolasi,” kata Yayang.

Nantinya, kata Yayang, petugas yang disiagakan di lokasi berasal dari perwakilan Dinas Kesehatan, Tim Keamanan Satpol PP, TNI, Polri, dan petugas Graha Wisata.

“Mereka petugas yang akan layani pasien selama isolasi,” ujar Yayang.

Sementara, Humas TMII Sahda Silalahi menyebutkan, Graha Wisata TMII merupakan aset yang selama ini dikelola secara mandiri oleh Pemprov DKI.

Sahda mengatakan, pemanfaatan wahana rekreasi sebagai tempat isolasi Covid-19 hanya berlaku untuk Graha Wisata.

“Saat ini total ada 34 anjungan, hanya provinsi terakhir yaitu Anjungan Daerah Kalimantan Utara belum berupa rumah adat atau rumah tradisional, masih kantor atau sekretariat. Yang dimanfaatkan sebagai tempat isolasi hanya Graha Wisata,” kata Sahda.

Sahda mengatakan, direksi TMII beberapa pekan lalu telah memutuskan untuk menutup sementara seluruh anjungan selama pembatasan sosial berskala besar yang kembali diterapkan di DKI Jakarta.

“Penutupan kawasan wisata berlaku sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” kata Sahda. [WIS]