Bandung – Dukungan penuh diberikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli terhadap generasi muda agar mampu menjadi seorang inovator yang tak sekadar memburu pekerjaan, melainkan turut membuka kesempatan kerja baru.
“Saya sangat mendukung inisiatif seperti ini. Memang sudah seharusnya anak-anak muda terbaik bangsa hadir bukan hanya mencari lowongan kerja, tetapi juga bisa menciptakan pekerjaan,” ujar Yassierli saat menyampaikan keynote speech pada Grand Final Pitch dan Prototype Showcase/Demo GenoHack 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, dikutip Senin (26/10/2026).
Ajang GenoHack 2026 sendiri mengangkat tema Hackathon Deeptech Genomik 2026, di mana terdapat sembilan finalis yang memamerkan ide serta prototipe inovasi berbasis teknologi genomik di tahap pemungkas.
Apresiasi tinggi disampaikan Yassierli atas terselenggaranya ajang ini sebagai sarana pemuda dalam mentransformasi gagasan menjadi solusi nyata. Beliau berkeinginan agar program sejenis dapat menjangkau lebih banyak kampus, sehingga makin luas kesempatan bagi talenta muda untuk berinovasi dan membangun lini usaha.
Kebutuhan akan peningkatan kuantitas inovator di tanah air turut menjadi sorotan utama Menaker. Beliau menilai bahwa kemampuan para lulusan pendidikan tinggi mesti dimaksimalkan agar mereka tidak sebatas diserap oleh industri, tetapi juga mampu membuka peluang kerja bagi sesama.
“Anak muda sudah seharusnya tampil ke depan menjadi inovator. Dan dari inovator itulah yang akan meningkatkan produktivitas,” katanya.
Ia mengimbuhkan bahwa lahirnya inovasi mensyaratkan adanya dukungan ekosistem yang kondusif agar generasi penerus dapat berkembang serta melahirkan karya yang bermanfaat. Oleh sebab itu, sinergi antara pihak pemerintah dan akademisi sangat krusial guna memperluas wadah pengembangan teknologi bagi mereka.
“Tentu pemerintah harus hadir, dan inilah pekerjaan rumah kita untuk bisa mengolaborasikan ini ke depan,” ujarnya. [KS]


