Bung Karno ketika melakukan kunjungan pertama ke Amerika Serikat, 1959, berfoto bersama Presiden Amerika Serikat Dwight Einshenhower .

Koran Sulindo – Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat bagaikan ombak samudra:  mengalami pasang naik dan pasang surut dengan gelombang besar, sesuai pandangan politik era pemerintahan di Indonesia. Selain itu, konstelasi politik global juga menjadi faktor yang memengaruhi hubungan kedua negara. Kalau pemerintah Indonesia anti-imperialis, hubungan itu menjauh. Tapi, kalau pemerintahnya pro-imperialis, ya, hubungannya bak pasangan sedang berbulan madu.

Di masa pemerintahan Presiden Soekarno, yang jelas-jelas anti-imperialis dan anti-kolonialisme,  hubungan kedua negara mencapai titik terendah. Apalagi, Bung Karno sangat aktif menggalang persatuan berbagai negara, terutama yang baru lepas dari penjajahan negara-negara imperialis.

Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Dwight Einshenhower pada pertengahan tahun 1950-an mengundang Presiden Soekarno untuk mengadakan kunjungan kenegaraan ke negaranya. Amerika Serikat menilai pemilihan umum yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada tahun 1955 berlangsung sukses. Indonesia juga berhasil menyelenggarakan pemilihan umum  terhadap keberhasilan

Pada tahun 1955 itu pula, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno sukses menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung, yang gemanya sampai ke seluruh dunia. Keberhasilan KAA juga diyakini banyak berpengaruh pada cara pandang pemimpin dunia mengenai situasi dan kondisi geopolitik internasional.

Untuk Indonesia sendiri sebagai penggagas dan pelaksana, KAA menjadi semacam pernyataan ke seluruh dunia bahwa negara kita bukan sekadar negara yang telah merdeka, tapi juga negara yang berdaulat. Juga negara yang berada dalam barisan terdepan untuk mendukung setiap usaha dari setiap bangsa untuk merdeka dari penjajahan bangsa lain serta bersikap untuk saling menghargai sesama bangsa dan negara. Padahal, KAA pertama itu dilaksanakan di tengah ketegangan politik dunia dalam nuansa Perang Dingin.