Koransulindo.com – Dunia botani memiliki sisi eksotis yang menarik untuk diulik. Tumbuhan Karnivora adalah tumbuhan yang mendapatakan sejumlah kecil atau sejumlah besar nutrient mereka dengan menjebak dan menyantap hewan kecil atau protozoa, seperti serangga dan antropoda lainya sebagai sumber gizi tambahan dari protein hewani.
Tumbuhan Karnivora bukan sekadar fenomena alam melainkan bentuk adaptasi alam yang ekstrem terhadap lingkungan yang kurang nutrisi. Tumbuhan ini seringkali berada di tanah yang gersang atau kurang nutrient (terutama nitrogen) seperti di rawa gambut yang tinggi kandungan asam.
Berikut beberapa tumbuhan karnivora yang bisa dijumpai:
1. Venus Flytrap (Dionaea muscipula)
Tumbuhan ini adalah yang paling ikonik karena gerakannya yang cepat dan terlihat sangat “aktif”.
Keunikan dari tumbuhan ini yaitu memiliki rambut sensorik di bagian dalam katupnya. Jika serangga menyentuh dua rambut berbeda dalam waktu 20 detik, katup akan menutup seketika (kurang dari satu detik). Habitatnya di lahan basah yang miskin nitrogen. Tumbuhan ini hanya ditemukan di wilayah pesisir Carolina Utara dan Carolina Selatan, Amerika Serikat.
2. Kantong Semar (Nepenthes)
Di Indonesia, tumbuhan ini sangat populer dan memiliki variasi spesies yang luar biasa banyak.
Tumbuhan ini menggunakan mekanisme jebakan jatuh (pitfall trap). Bagian ujung daun bermodifikasi menjadi kantong berisi cairan pencerna. Serangga yang hinggap di bibir kantong yang licin akan tergelincir ke dalam. Habitat kantong semar ini di hutan hujan tropis, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan tinggi yang lembap. Tumbuhan ini tersebar luas di Asia Tenggara (terutama Indonesia, Malaysia, Filipina), Madagaskar, dan Australia Utara.
3. Sundew (Drosera)
Nama “Sundew” berasal dari tetesan cairan berkilau yang menempel pada tentakel daunnya, tampak seperti embun pagi.
Tumbuhan yang memiliki tentakel bergerak yang ujungnya mengeluarkan lendir lengket (mucilage). Cairan ini berfungsi ganda: sebagai lem untuk menjerat serangga dan sebagai enzim pencerna. Saat serangga terjebak, daun akan perlahan menggulung untuk memaksimalkan proses pencernaan. Rawa-rawa, tanah berpasir, dan area dengan kelembapan tinggi menjadi habitanya.
Ditemukan di hampir setiap benua kecuali Antartika, namun pusat keragamannya berada di Australia dan Afrika Selatan.
4. Sarracenia (Trumpet Pitchers)
Berbeda dengan Kantong Semar, kantong pada Sarracenia tumbuh tegak lurus dari tanah menyerupai terompet.
Sarracenia memiliki tutup yang tidak bergerak untuk mencegah air hujan masuk terlalu banyak (agar enzim tidak encer). Dinding bagian dalamnya dilapisi rambut halus yang mengarah ke bawah, sehingga serangga yang sudah masuk mustahil bisa merayap keluar. Habitatnya ialah rawa gambut dan padang rumput basah.
Sarracenia banyak tumbuh di wilayah pesisir timur Amerika Serikat dan sebagian Kanada.
5. Bladderwort (Utricularia)
Ini adalah jenis yang paling unik secara mekanis karena hidup di air atau tanah yang sangat basah.
Memiliki keunikan menggunakan jebakan vakum (suction trap). Tumbuhan ini memiliki gelembung kecil (bladder) yang memiliki tekanan negatif. Saat mangsa menyentuh rambut pemicu, pintu gelembung terbuka dan menghisap air beserta mangsanya dalam sepersekian detik. Ini dianggap sebagai salah satu gerakan tercepat di dunia tumbuhan.
Perairan tenang (danau/kolam) atau tanah yang sangat jenuh air menjadi habitat utamanya. Tumbuhan ini tersebar di hampir seluruh dunia. [IQT]