BPIP Harus Percepat Bumikan Pancasila untuk Milenial

BPIP Harus Percepat Bumikan Pancasila untuk Milenial

Ilustrasi/setkab.go.id

Koran Sulindo – Presiden Joko Widodo mengatakan tugas khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) adalah membumikan Pancasila kepada anak muda di bawah 39 tahun.

“Kita harapkan dengan diangkatnya Pak Yudian, Prof. Yudian itu bisa lebih dipercepat lagi,”kata Presiden Jokowi, usai melantik Kepala BPIP di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (5/2/2020), seperti dikutip setkab.go.id.

Jokowi meminta Kepala BPIP yang baru, Presiden langsung mengimplementasikan di lapangan.

“Saya kira bahan-bahan sudah komplet semua, bahan materi-materi sudah komplet semuanya, sehingga betul-betul langsung tahapan-tahapannya tahapan ke lapangan utamakan anak muda,” kata Jokowi.

Presiden melantik Kepala BPIP dan Kepala Lembaga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Yudian Wahyudi sebelumnya menjabat Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Ia memiliki riwayat pendidikan sarjana lulusan dari universitas yang ia pimpin, mengambil jurusan peradilan agama dan lulus pada tahun 1987. Yudian melanjutkan untuk gelar magisternya di jurusan Islamic Studies dan menyelesaikan pendidikan pada 1993.

Pada 2002, ia meraih gelar doktor di bidang yang sama dengan pendidikan magisternya namun kali ini ia mengambil studi di McGill University.

Pendiri Tarekat Sunan Anbia, Yogyakarta, itu masih tercatat aktif mengajar di UIN Sunan Kalijaga. Ada tiga mata kuliah yang diajarnya pada tahun ajaran genap 2019/2020, yakni Fikih Indonesia, Hermeneutika Islam dan Teori Metodologi Hukum Islam.

Pria kelahiran Balikpapan, 17 April 1960 tersebut mengatakan akan bekerja sama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyebaran nilai-nilai Pancasila. Saat menjadi UIN Sunan Kalijaga ia sempat tidak setuju dengan kebijakan yang akan diambil Nadiem Makariem.

“Nanti kita kerja sama dong, dari sisi pendidikan mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dasar), TK, SD sampai ke atas, kami pasti membutuhkan menteri pendidikan begitu. Kalau soal kemarin saya belum jadi Kepala BPIP, kalau sekarang tidak boleh saya ngomong begitu, saya harus dukung beliau dan beliau dukung saya itu namanya kerja sama, ini sudah sumpah jabatan ini,” kata Yudian, di Jakarta, Rabu (5/2/2020), seperti dikutip antaranews.com.

Ia tidak membahas masalah perbedaan pandangan yang telah lalu tersebut.

“Dulu saya belum menjabat (sebagai Kepala BPIP), sekarang saya sudah dalam satu kabinet jadi saya tidak etis kalau bicara lagi soal itu,” kata Yudian. [sulindox@gmail.com]