Manfaat air putih dingin dan hangat untuk tubuh. (Foto: Pexels)

Air menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain digunakan untuk mandi dan memasak, air juga dibutuhkan tubuh untuk menjaga berbagai fungsi penting, mulai dari membantu kerja organ hingga mempertahankan keseimbangan cairan.

Kebutuhan air menjadi semakin penting ketika seseorang menjalani aktivitas padat. Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan memengaruhi kondisi tubuh.

Air putih sendiri memiliki sejumlah manfaat, antara lain membantu memelihara fungsi ginjal, membantu proses pembuangan zat sisa dari tubuh, menjaga kondisi kulit, mencegah sembelit, menunjang energi tubuh, serta membantu menjaga berat badan.

Namun, lebih baik air hangat atau air dingin?

Keduanya sama-sama dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan. Suhu air dapat memberikan sensasi dan manfaat yang berbeda, tergantung kondisi serta aktivitas seseorang.

Nah untuk mengetahui manfaat keduanya, berikut penjelasan manfaat air hangat dan dingin untuk tubuh.

Manfaat air hangat

Air hangat kerap dipilih untuk diminum pada pagi hari atau ketika tubuh membutuhkan sesuatu yang terasa lebih nyaman. Mengutip informasi kesehatan yang diberikan, konsumsi air hangat secara rutin dikaitkan dengan sejumlah manfaat.

Salah satunya adalah membantu pencernaan. Mengonsumsi air hangat pada pagi hari disebut dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan dan merangsang aliran darah menuju usus. Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan upaya mencegah sembelit.

Air hangat juga dapat membantu mengencerkan dahak dan meredakan rasa tidak nyaman akibat hidung tersumbat. Karena itu, minuman hangat sering menjadi pilihan ketika seseorang mengalami pilek atau batuk berdahak.

Selain itu, air hangat disebut dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah. Suhu hangat membuat tubuh merasa lebih rileks dan dapat memberikan sensasi nyaman, terutama ketika dikonsumsi setelah beraktivitas.

Namun, anggapan bahwa air hangat secara khusus mampu “membuang racun” atau menghambat penuaan perlu dipahami secara proporsional. Tubuh pada dasarnya telah memiliki organ seperti hati dan ginjal yang berperan dalam mengolah dan membuang zat sisa. Air membantu menjaga proses tubuh tersebut tetap berjalan dengan baik.

Air dingin juga memiliki manfaat

Di sisi lain, air dingin tidak serta-merta menjadi pilihan yang buruk bagi kesehatan.

Air dingin justru dapat terasa lebih menyegarkan ketika tubuh mengalami peningkatan suhu, misalnya setelah berolahraga atau berada di lingkungan yang panas. Mengonsumsi cairan setelah beraktivitas penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui keringat.

Dalam kondisi panas berlebihan, menjaga asupan cairan juga menjadi bagian penting untuk membantu tubuh mempertahankan suhu normal.

Air dingin juga kerap dipilih ketika seseorang mengalami demam karena memberikan sensasi menyegarkan. Namun, minum air dingin bukanlah pengobatan utama untuk demam. Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi dan memperhatikan kondisi tubuh.

Pada kondisi yang berkaitan dengan panas ekstrem, seperti heat stroke, penanganan membutuhkan perhatian medis segera. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga sekitar 40 derajat Celsius atau lebih dan dapat membahayakan tubuh.

Jadi, mana yang lebih sehat?

Tidak ada jawaban sederhana bahwa air hangat selalu lebih sehat daripada air dingin, atau sebaliknya.

Pilihan suhu air dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, aktivitas, cuaca, dan kenyamanan masing-masing. Air dingin dapat terasa lebih menyegarkan setelah berolahraga atau ketika cuaca panas, sedangkan air hangat dapat memberikan rasa nyaman, terutama ketika tubuh sedang tidak enak badan atau mengalami gangguan pada saluran pernapasan.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan sepanjang hari.

Dengan demikian, perhatian sebaiknya tidak hanya tertuju pada suhu air. Kebiasaan minum yang cukup dan menjaga keseimbangan cairan tubuh tetap menjadi hal utama. [UN]