Selama Perang Dingin, Uni Soviet memiliki jaringan mata-mata yang menjalankan operasi di negara-negara Barat dengan identitas palsu.
Program illegals KGB dibentuk untuk tujuan tersebut. Salah satu unit yang menangani operasi ini adalah Directorate S dalam First Chief Directorate KGB.
Apa Itu Illegals KGB?
Dalam terminologi intelijen Soviet, illegal merupakan operatif yang bekerja di luar negeri tanpa hubungan resmi dengan kedutaan atau institusi Soviet.
Jadi, istilah illegal dalam konteks ini tidak semata-mata berarti mata-mata yang melakukan kegiatan ilegal. Istilah tersebut mengacu pada status operasional seorang agen yang bekerja tanpa official cover.
Program Ilegal KGB memungkinkan para mata-mata menjalani kehidupan dengan identitas samaran, termasuk memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang sesuai dengan cover mereka.
Mereka tidak tampil sebagai diplomat atau pejabat yang secara terbuka mewakili Uni Soviet. Identitas mereka dibuat untuk menyembunyikan hubungan dengan pemerintah Soviet.
Karena itu, seorang illegal dapat menjalani kehidupan di negara target menggunakan nama dan latar belakang yang berbeda dari identitas sebenarnya.
Sejarah Program Illegals Soviet
Program illegals sudah ada sebelum KGB berdiri. Praktik menempatkan agen intelijen di luar negeri dengan identitas samaran berkembang dalam organisasi intelijen Soviet pada periode sebelumnya.
Setelah Perang Dunia II, KGB dan GRU sama-sama menjalankan program illegals. Dalam KGB, kegiatan tersebut berada di bawah First Chief Directorate, yaitu struktur yang menangani intelijen luar negeri.
Karena itu, sejarah illegals Soviet lebih panjang daripada sejarah KGB. KGB meneruskan dan mengembangkan sistem tersebut sebagai bagian dari operasi intelijen luar negerinya.
Directorate S, Unit KGB untuk Illegals
Di dalam First Chief Directorate terdapat Directorate S, unit yang menangani operasi illegal.
Directorate S berkaitan dengan persiapan dan pengelolaan operatif yang ditugaskan ke luar negeri menggunakan identitas samaran.
Persiapan tersebut mencakup pemilihan kandidat, pembuatan cover, pelatihan, dan penempatan operatif.
Operasi semacam ini membutuhkan persiapan khusus karena seorang illegal tidak dapat mengandalkan perlindungan diplomatik jika identitasnya terbongkar.
Mengapa KGB Menggunakan Mata-Mata Tanpa Identitas Resmi?
Perwira intelijen Soviet yang bekerja dengan diplomatic cover berada di lingkungan kedutaan atau institusi resmi Soviet.
Keberadaan dan aktivitas mereka lebih mudah menjadi perhatian badan kontraintelijen negara tempat mereka bertugas.
Illegal ditempatkan di luar lingkungan tersebut. Mereka dapat menjalankan kehidupan dengan identitas yang tidak secara terbuka berhubungan dengan Uni Soviet.
Metode ini memiliki risiko tersendiri. Seorang illegal yang tertangkap tidak memiliki kekebalan diplomatik seperti perwira yang bekerja dengan status resmi.
Bagaimana KGB Membuat Identitas Palsu?
KGB harus mempersiapkan lebih dari sekadar paspor atau dokumen palsu.
Seorang illegal membutuhkan latar belakang yang dapat menjelaskan identitas yang digunakannya. Dalam dunia intelijen, latar belakang tersebut dikenal sebagai legend.
Isinya dapat berkaitan dengan asal-usul, pendidikan, pekerjaan, kewarganegaraan, serta berbagai informasi lain yang diperlukan untuk mempertahankan identitas.
Kemampuan bahasa asing juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Kandidat harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial tempat mereka akan menjalankan operasi.
Pelatihan Mata-Mata KGB dengan Identitas Palsu
Calon illegal menjalani persiapan untuk menjalankan operasi di luar negeri.
Materi yang digunakan dapat mencakup bahasa asing, komunikasi rahasia, fotografi dokumen, pengkodean, dan berbagai teknik tradecraft.
Reino Häyhänen, salah satu illegal Soviet yang beroperasi di Amerika Serikat, misalnya, mendapatkan pelatihan bahasa Inggris, fotografi dokumen, serta pengkodean dan penguraian pesan sebelum menjalankan tugasnya.
Persiapan tersebut diperlukan agar operatif dapat menjalankan kehidupan dengan identitas samaran sekaligus berkomunikasi dan mengumpulkan informasi secara rahasia.
KGB Menggunakan Identitas Orang yang Sudah Meninggal
Salah satu metode yang terdokumentasi dalam operasi illegals adalah penggunaan identitas orang lain sebagai dasar cover.
Reino Häyhänen menggunakan identitas Eugene Nicolai Maki, seorang warga Amerika kelahiran Idaho.
Maki yang asli pernah tinggal di Amerika Serikat sebelum keluarganya pindah ke wilayah Soviet. Häyhänen kemudian menggunakan identitas tersebut untuk menjalankan operasi di Finlandia dan Amerika Serikat.
Häyhänen bahkan menjalani kehidupan pribadi dengan identitas Eugene Maki. Dia menikah di Finlandia dan istrinya mengenalnya menggunakan identitas tersebut.
Kehidupan Sehari-hari Mata-Mata Illegal
Identitas samaran harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika seorang operatif menjalankan tugas intelijen.
Seorang illegal dapat memiliki pekerjaan, tempat tinggal, dan hubungan sosial yang sesuai dengan identitas yang digunakan.
Kehidupan tersebut menjadi bagian dari cover yang harus dipertahankan.
Operasi Illegals KGB di Amerika Serikat
Amerika Serikat menjadi salah satu sasaran penting operasi illegals Soviet setelah Perang Dunia II.
Penelitian Kevin Riehle pada 2026 mengidentifikasi 62 illegals Soviet yang beroperasi atau direncanakan beroperasi di Amerika Serikat dan Kanada sejak Perang Dunia II hingga berakhirnya era Soviet.
Penelitian tersebut menggunakan materi Vasili Mitrokhin serta dokumen kontraintelijen Amerika Serikat dan Kanada.
Operasi tersebut menghadapi berbagai masalah, termasuk pembelotan, penetrasi kontraintelijen, dan agen ganda. Tekanan tersebut kemudian membuat penempatan illegals di Amerika Serikat dan Kanada semakin sulit.
Rudolf Abel: Mata-Mata KGB di Amerika
Salah satu nama paling terkenal dalam sejarah illegals KGB adalah William Fisher, yang kemudian dikenal sebagai Rudolf Abel.
Fisher masuk Amerika Serikat pada 1948 melalui Kanada. Di Brooklyn, dia menggunakan nama Emil R. Goldfus dan menjalani kehidupan sebagai fotografer dan seniman.
FBI kemudian menemukan berbagai perlengkapan intelijen di tempat tinggal dan studionya, termasuk radio gelombang pendek, cipher pads, kamera, film untuk microdots, serta wadah rahasia.
Fisher juga bertugas mengumpulkan informasi rahasia dan merekrut agen di Amerika Serikat. Nama Rudolf Abel baru digunakan Fisher setelah ditangkap pada 21 Juni 1957. Dia kemudian menjadi terkenal dengan nama tersebut.





