Hollow Nickel Membantu Membongkar Jaringan Mata-Mata Soviet

Pada 1953, seorang anak pengantar surat kabar di Brooklyn menemukan sebuah koin nikel yang terbelah. Di dalamnya terdapat mikrofoto berisi rangkaian angka. Benda tersebut kemudian diserahkan kepada FBI.

FBI tidak langsung mengetahui siapa yang menggunakan koin tersebut atau bagaimana benda itu berkaitan dengan jaringan intelijen Soviet.

Petunjuk penting muncul setelah Reino Häyhänen membelot pada 1957.

Informasi yang diberikan Häyhänen membantu FBI memahami metode komunikasi jaringan tersebut dan menghubungkan hollow nickel dengan operasi Soviet.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada William Fisher. Setelah penangkapannya, FBI menemukan sejumlah perlengkapan intelijen di tempat yang digunakannya.

Fisher akhirnya dijatuhi hukuman terkait kegiatan spionase. Pada 1962, dia ditukar dengan pilot U-2 Amerika Serikat Francis Gary Powers, yang ditahan Uni Soviet.

Portland Spy Ring: Operasi Illegals KGB di Inggris

Operasi illegals Soviet juga berlangsung di Inggris. Salah satu kasus terkenalnya adalah Portland Spy Ring.

Pada 1960, MI5 menangkap lima orang yang terlibat dalam jaringan spionase Soviet. Tiga di antaranya merupakan illegals: Gordon Lonsdale, Peter Kroger, dan Helen Kroger.

Gordon Lonsdale sebenarnya bernama Konon Molody. Dia tinggal di Inggris menggunakan identitas seorang pengusaha Kanada.

Peter dan Helen Kroger sebenarnya adalah Morris dan Lona Cohen. Mereka tinggal di Ruislip dan menjalankan kedok sebagai pedagang buku antik.

Bagaimana Portland Spy Ring Bekerja?

Lonsdale berhubungan dengan dua warga Inggris, Harry Houghton dan Ethel Gee. Keduanya bekerja di Underwater Detection Establishment di Portland dan memiliki akses terhadap informasi rahasia. Informasi tersebut kemudian diserahkan kepada Lonsdale.

Rumah Peter dan Helen Kroger digunakan sebagai pusat komunikasi jaringan. Informasi yang diperoleh melalui jaringan tersebut kemudian dikirimkan kepada pihak Soviet.

Operasi Illegals Soviet Menurun di Amerika Utara

Aktivitas illegals Soviet di Amerika Serikat dan Kanada berubah setelah 1960-an. Menurut penelitian Riehle, operasi illegals di Amerika Utara menurun setelah tekanan kontraintelijen meningkat.

Penempatan operatif baru menjadi semakin sulit di tengah pembelotan, penetrasi jaringan, dan aktivitas kontraintelijen. Program illegals secara keseluruhan tetap berjalan di negara lain pada dekade berikutnya.

Program Illegals KGB pada 1970-an dan 1980-an

KGB tetap mempertahankan Directorate S pada periode selanjutnya. Sumber sejarah menunjukkan bahwa operasi illegals terus dijalankan di sejumlah negara pada 1970-an dan 1980-an.

Penelitian mengenai operasi KGB di Iran pada akhir 1970-an, misalnya, mencatat upaya Directorate S dalam membangun jaringan illegal di negara tersebut.

Warisan Program Illegals Setelah Uni Soviet

KGB dibubarkan setelah Uni Soviet runtuh pada 1991.

Struktur intelijen luar negeri Soviet kemudian menjadi bagian dari pembentukan Foreign Intelligence Service (SVR) Rusia.

Literatur mengenai Directorate S mencatat keberlanjutan operasi illegals dalam struktur intelijen luar negeri Rusia setelah periode Soviet.

Sejarah program illegals KGB memperlihatkan bagaimana operasi intelijen dapat dibangun melalui identitas samaran yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi sejarah intelijen, arsip mengenai para illegal menunjukkan pentingnya dokumen, komunikasi rahasia, dan kesaksian pembelot dalam mengungkap jaringan yang bekerja secara tersembunyi. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia untuk membaca lebih banyak artikel sejarah dan informasi menarik lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I