Nazi dikenal melalui berbagai lambang dan simbol yang masih mudah dikenali hingga sekarang.
Sejumlah simbol telah memiliki sejarah jauh sebelum Adolf Hitler dan Partai Nazi menggunakannya. Sebagian berasal dari tradisi keagamaan, kebudayaan, militer, dan sistem tulisan Eropa.
Nazi memasukkannya ke dalam propaganda serta simbolisme politik mereka dan memberikan konteks baru pada penggunaannya.
1. Swastika: Simbol Kuno yang Menjadi Lambang Nazi
Swastika merupakan salah satu simbol tertua yang digunakan Nazi.
United States Holocaust Memorial Museum mencatat bahwa simbol tersebut telah digunakan dalam berbagai kebudayaan selama sedikitnya 5.000 tahun sebelum Adolf Hitler mengadopsinya.
Kata “swastika” berasal dari bahasa Sanskerta svastika, yang berkaitan dengan keberuntungan dan kesejahteraan. Simbol tersebut ditemukan dalam berbagai kebudayaan di India, China, Afrika, Eropa, dan di antara masyarakat pribumi Amerika.
Swastika juga memiliki sejarah keagamaan dalam Hindu, Buddha, dan Jainisme.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, swastika mulai digunakan oleh sejumlah kelompok nasionalis Eropa. Sebagian kelompok völkisch di Jerman menghubungkannya dengan gagasan mengenai identitas “Arya” dan masa lalu bangsa Jerman.
Partai Nazi secara resmi mengadopsi swastika sebagai simbol pada 1920.
Adolf Hitler kemudian menetapkan desain bendera dengan latar merah, lingkaran putih, dan swastika hitam. Simbol tersebut digunakan pada bendera, poster, ban lengan, lencana, medali, dan berbagai perlengkapan organisasi Nazi.
Setelah Nazi berkuasa pada 1933, swastika digunakan secara luas oleh negara dan Partai Nazi.
Penggunaannya dalam propaganda membuat simbol kuno tersebut kemudian memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Nazisme.
2. Warna Hitam, Putih, dan Merah dalam Bendera Nazi
Bendera Nazi juga menggunakan unsur yang berasal dari sejarah politik Jerman sebelum berdirinya rezim Hitler.
Warna hitam, putih, dan merah merupakan warna bendera Kekaisaran Jerman yang berdiri dari 1871 hingga 1918. Ketika merancang bendera Nazi pada 1920, Hitler menggabungkan swastika dengan ketiga warna tersebut.
Pilihan ini memberikan hubungan visual dengan masa Kekaisaran Jerman yang berakhir setelah Perang Dunia I.
Setelah Hitler menjadi kanselir pada 1933, pemerintah Nazi menetapkan penggunaan bendera Kekaisaran Jerman bersama bendera swastika.
Pada September 1935, Undang-Undang Bendera Reich menetapkan bendera swastika sebagai bendera nasional Jerman.
3. Iron Cross: Simbol Militer Jerman Sebelum Nazi
Iron Cross atau Eisernes Kreuz merupakan penghargaan militer yang berasal dari Prusia. Penghargaan tersebut pertama kali diperkenalkan pada 1813 selama perang melawan Napoleon.
Iron Cross tetap digunakan dalam berbagai periode sejarah militer Jerman.
Ketika Nazi berkuasa, penghargaan tersebut dipertahankan dalam sistem militer Jerman. Pada sejumlah versi penghargaan era Nazi, swastika ditempatkan di bagian tengah Iron Cross.
4. Totenkopf: Simbol Tengkorak yang Digunakan SS
Totenkopf merupakan istilah bahasa Jerman yang berarti “kepala orang mati” atau death’s head.
Istilah tersebut merujuk pada gambar tengkorak, yang dalam sejumlah bentuk juga disertai tulang bersilang. Motif tengkorak telah digunakan dalam berbagai konteks sebelum berdirinya Nazi.
Dalam sejarah militer Eropa, simbol tengkorak juga pernah digunakan oleh sejumlah unit.
Pada era Nazi, SS mengadopsi desain Totenkopf tertentu.
Simbol tersebut digunakan oleh SS-Totenkopfverbände, organisasi SS yang bertugas menjaga kamp konsentrasi.
Penggunaan tersebut kemudian membuat desain Totenkopf tertentu memiliki hubungan erat dengan SS.
5. Tyr Rune dan Simbolisme Nazi
Rune merupakan sistem tulisan yang digunakan oleh berbagai masyarakat Jermanik di Eropa jauh sebelum masa Nazi. Bentuknya terdiri dari karakter-karakter bersudut yang memiliki variasi menurut periode dan wilayah penggunaannya.
Salah satu rune yang kemudian digunakan Nazi adalah Tyr rune. Simbol tersebut telah menjadi bagian dari tradisi runik sebelum abad ke-20.
Nazi menggunakan Tyr rune dalam sejumlah organisasi. Simbol tersebut antara lain muncul pada sekolah kepemimpinan Reichsführerschulen untuk SA dan pada salah satu divisi infanteri Waffen-SS.
Penggunaan rune dalam lingkungan Nazi berkaitan dengan upaya membangun gambaran mengenai warisan “Arya” dan “Nordik”.
6. Othala atau Odal Rune dalam Waffen-SS
Othala atau Odal rune merupakan karakter dari sistem aksara runik yang digunakan di Eropa sebelum masa Romawi. Simbol tersebut memiliki beberapa bentuk menurut sistem dan periode penggunaannya.
Pada abad ke-20, Nazi mengadopsi Othala rune sebagai bagian dari simbolisme mereka. Penggunaannya berkaitan dengan upaya membangun gambaran mengenai masa lalu “Arya”.
Othala rune kemudian digunakan dalam insignia dua divisi Waffen-SS selama Perang Dunia II.





