Walikota Jakarta Selatan Syarfin Liputo (tengah) dan Ketua Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) dan Deputi 1 Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sonny Pujisasono (kiri) dan Ketua Kurator MadFest Merah Putih Festival Film Kelas Pekerja Madfest Joko Santoso (kanan). (foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)

‎Jakarta – Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo didampingi Ketua Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) dan Deputi 1 Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sonny Pujisasono dan Ketua Kurator MadFest Merah Putih Festival Film Kelas Pekerja Madfest Joko Santoso melepas dua film yang akan mengikuti festival film di Sheffield, Inggris.

‎”Hari ini kami melepas dua karya anak muda Indonesia yang membanggakan, yaitu film—dua film yang pertama adalah Antrian Nomor Kematian dan yang kedua adalah Kandang Yang Tak Menunduk,” Kata Syafrin saat di temui di depan Gedung PPHUI Jakarta Selatan pada Minggu (6/9/2026).

‎Syafrin mengatakan hal ini menjadi kebanggaan karena karya anak bangsa dalam seni film di kelas pekerja mampu mewakili Indonesia di ajang festival film internasional.

‎Syafrin berharap langkah ini dapat menjadi ruang belajar bagi anak-anak muda dan mengembangkan karyanya.

‎”momentum ini sebagai jalan bagi film-film lainnya, karya anak-anak muda Indonesia ke dunia internasional,” Ucap Syafrin.

‎Selain itu Syafrin juga mengatakan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap kreasi masyarakat. Dukungan tersebut berupa  ketersediaan ruang kreasi yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan dimana hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat karya.

‎”ruang-ruang kreasi ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh generasi muda yang ada di industri perfilman untuk kemudian menciptakan, mengkreasikan, dan membuat karya-karya yang begitu dinamis terkait dengan ruang-ruang kreasi yang ada di Jakarta Selatan,” Ungkapnya.

‎Menurut Syafrin, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail juga menjadi bentuk dukungan, tidak hanya dari aspek administrasi.

‎Dilokasi yang sama, Ketua Yayasan PPHUI dan Deputi 1 Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sonny Pujisasono menyambut baik dukungan dari Walikota Jakarta Selatan.

‎Ia juga menegaskan dari dukungan ini dapat menjadikan festival film kelas pekerja Madfest Merah Putih semakin baik, salah satunya dengan menambah jumlah kategori filmnya.

‎”Untuk 2027 kita akan menempatkan 21 kategori nanti. Jadi diperluas, termasuk lingkungan hidup, terus pas HAM, dan lain sebagainya itu ada 21,” Kata Sonny

‎Selain itu Sonny mengatakan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan working class festival internasional.

‎”Nanti di 2027 sesuai dengan standar di ILO-nya internasional, dan ini yang akan kita sekaligus 2028 menjadi tuan rumah working class festival internasional,” Ungkap Sonny

‎Lebih lanjut Sonny menginformasikan kepada para pekerja seni yang berminat untuk mengikuti Festival MADFEST MERAH PUTIH mendaftar melalui Chanel Nusantara Communities sebagai media partner. [IQT]