7 Jenis Diet yang Banyak Digunakan untuk Menurunkan Berat Badan

Mengenal jenis jenis diet. (Foto: Pexels)

Memiliki berat badan ideal menjadi impian banyak orang. Tak sedikit yang berusaha menurunkan berat badan dengan berbagai cara, mulai dari rutin berolahraga, menjalani puasa, hingga menerapkan pola diet tertentu. Di antara berbagai metode yang ada, diet menjadi salah satu cara yang paling populer karena dianggap mampu membantu mengatur berat badan secara lebih terarah.

Namun, sebelum memutuskan menjalani diet, penting untuk memahami bahwa diet bukan sekadar mengurangi porsi makan. Diet merupakan cara mengatur pola konsumsi makanan, mulai dari pengaturan kalori, karbohidrat, lemak, jadwal makan, hingga jenis makanan yang dikonsumsi. Tujuannya tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Saat ini terdapat banyak jenis diet yang berkembang di masyarakat. Masing-masing memiliki aturan, kelebihan, serta kekurangannya sendiri. Meski banyak metode diet mengklaim sebagai cara terbaik untuk menurunkan berat badan, para ahli gizi umumnya tidak menyebut satu jenis diet sebagai yang paling unggul untuk semua orang. Hal ini karena kebutuhan tubuh setiap individu berbeda-beda.

Beragam metode diet yang dikenal saat ini antara lain membatasi konsumsi produk hewani, mengurangi makanan olahan, menekan asupan karbohidrat, hingga membatasi konsumsi lemak. Namun perlu diingat, tidak semua jenis diet tergolong sehat. Beberapa diet ekstrem bahkan tidak disarankan karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti yang sering ditemukan pada penderita anoreksia.

Bagi Anda yang sedang mencari referensi mengenai pola diet, berikut beberapa jenis diet populer yang banyak diterapkan untuk membantu menurunkan berat badan.

The Paleo Diet

Paleo Diet merupakan pola makan yang terinspirasi dari kebiasaan manusia pada era Paleolitik, yaitu sekitar 2,5 juta hingga 10 ribu tahun yang lalu. Diet ini berfokus pada konsumsi makanan alami yang diyakini tersedia pada masa tersebut.

Makanan yang diperbolehkan dalam Paleo Diet antara lain buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, ikan, telur, dan berbagai jenis kacang-kacangan. Sebaliknya, makanan olahan, gula rafinasi, biji-bijian, produk susu, dan makanan yang muncul setelah berkembangnya pertanian umumnya dihindari.

Paleo Diet sering disebut juga sebagai “diet manusia gua” karena meniru pola makan nenek moyang manusia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan ini dapat membantu menurunkan berat badan, mempertahankan berat badan ideal, serta berpotensi mengurangi risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.

The Vegan Diet

Vegan Diet merupakan pola makan yang menghilangkan seluruh produk hewani dari menu sehari-hari. Tidak hanya daging, diet ini juga melarang konsumsi berbagai produk turunan hewan seperti telur, susu, madu, gelatin, kasein, dan whey.

Pola makan vegan lebih menitikberatkan pada konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, serta berbagai sumber protein nabati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Vegan Diet dapat membantu menurunkan berat badan karena umumnya rendah lemak dan kaya serat.

Kandungan serat yang tinggi membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

Low-Carb Diet

Low-Carb Diet atau diet rendah karbohidrat merupakan metode yang dilakukan dengan membatasi asupan karbohidrat harian. Jumlah karbohidrat yang dikonsumsi biasanya berkisar antara 20 hingga 150 gram per hari, tergantung pada jenis program yang dijalankan.

Tujuan utama dari diet ini adalah mendorong tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Ketika asupan karbohidrat berkurang, tubuh akan mulai membakar cadangan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi.

Meski cukup populer sebagai metode penurunan berat badan, Low-Carb Diet sebaiknya dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan atau dokter, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

The Dukan Diet

Dukan Diet merupakan program penurunan berat badan yang dikembangkan dengan sistem bertahap. Diet ini memiliki empat fase utama yang terdiri dari dua fase penurunan berat badan dan dua fase pemeliharaan berat badan.

Pada tahap awal, pelaku diet diperbolehkan mengonsumsi makanan tinggi protein tanpa batas tertentu serta dedak gandum. Setelah itu, secara bertahap ditambahkan sayuran dan berbagai makanan nontepung.

Pada fase berikutnya, sejumlah makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak mulai diperkenalkan kembali dalam jumlah tertentu. Tujuan dari sistem bertahap ini adalah membantu menurunkan berat badan sekaligus menjaga hasil yang telah dicapai.

The Ultra-Low-Fat Diet

Sesuai namanya, Ultra-Low-Fat Diet merupakan pola makan yang membatasi konsumsi lemak hingga kurang dari 10 persen dari total kalori harian. Diet ini umumnya didominasi oleh makanan berbasis nabati dan hanya sedikit mengandung produk hewani.

Meski terdengar menjanjikan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak yang sangat ketat belum tentu efektif untuk jangka panjang. Hal ini karena lemak memiliki peran penting dalam tubuh, termasuk membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K.

Oleh karena itu, pembatasan lemak yang terlalu ekstrem perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kekurangan nutrisi.

IF Diet (Intermittent Fasting)

Intermittent Fasting atau IF Diet merupakan metode diet yang mengatur waktu makan dan waktu berpuasa. Salah satu pola yang cukup populer adalah makan pada rentang pukul 07.00 hingga 15.00, kemudian berpuasa selama sekitar 16 jam.

Meski demikian, tidak ada aturan baku mengenai jam makan dalam Intermittent Fasting. Beberapa orang memilih pola 16:8, 18:6, atau variasi lainnya sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.

Tujuan utama dari metode ini adalah menurunkan kadar insulin sehingga tubuh lebih mudah menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Karena fokus utamanya pada pengaturan waktu makan, pelaku diet tetap perlu memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Diet OCD (Obsessive Corbuzier Diet)

Diet OCD atau Obsessive Corbuzier Diet merupakan metode yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier. Pola diet ini berfokus pada pengaturan jendela makan atau pembatasan waktu makan dalam sehari.

Salah satu ciri khas Diet OCD adalah tidak mengharuskan sarapan pagi dan memberikan waktu tertentu bagi seseorang untuk makan sebelum kembali berpuasa. Konsep ini memiliki kemiripan dengan Intermittent Fasting karena sama-sama mengatur pola puasa dan waktu makan.

Namun, Diet OCD tidak hanya mengandalkan pengaturan pola makan. Program ini juga menganjurkan pelaku diet untuk melakukan latihan fisik yang dikenal dengan O7W atau OCD 7 Minute Work Out guna mendukung pembakaran kalori dan menjaga kebugaran tubuh.

Memilih Diet yang Tepat

Beragam jenis diet di atas memiliki pendekatan yang berbeda dalam membantu menurunkan berat badan. Sebagian berfokus pada pembatasan jenis makanan tertentu, sementara yang lain lebih menekankan pada pengaturan waktu makan.

Yang perlu dipahami, keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat berat badan turun, tetapi juga oleh kemampuan seseorang mempertahankan pola hidup sehat dalam jangka panjang. Diet yang baik adalah diet yang tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, aman dilakukan, serta sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Sebelum memulai program diet tertentu, berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi menjadi langkah yang bijak agar metode yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Dengan cara tersebut, target berat badan ideal dapat dicapai tanpa mengorbankan kesehatan. [UN]