Ilustrasi. Bagian dari ruas Jalan Daan Mogot.

Koran Sulindo – Dalam rentang waktu sebulan belakangan ini, dari pemantauan berita yang ada di media massa, di daerah Jakarta dan kawasan sekitarnya marak aksi begal bersepeda motor. Pada Senin dini hari ini (4/3) sekitar pukul 02.00 WIB saja, seorang warga Kebonjeruk, Jakarta Barat, menjadi korban Begal di Jalan Daan Mogot.

Korban berinisial IS (22 tahun) meninggal dunia karena dadanya ditusuk pelaku begal. Setelah menusuk IS, begal bersepeda motor itu mengambil dompet korban dan melarikan diri.

Pada waktu kejadian, IS sedang berjalan kaki bersama kedua temannya, sehabis menonton pertunjukan musik. Mereka lalu dihampiri empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.

“Korban bereaksi melawan, lalu langsung ditusuk bagian dadanya,” kata Kepala Kepolisian Sektor Kebonjeruk AKP Erick Sitepu, Senin pagi (4/3).

Melihat dari jumlah pelaku yang dilaporkan, menurut Erick, pelaku kemungkinan bukan geng motor, karena tidak bergerombol dalam jumlah banyak. “Masih didalami, apakah mereka memang ‘pemain’ atau seperti apa,” ujarnya.

Pada 9 Februari 2019, seorang pelajar terluka tangannya karena dibacok begal di kawasan Depok, Jawa Barat. Ketika itu, korban sedang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 01.30 WIB, dini hari, sepulangan dari rumah temannya.

“Pulang dari rumah teman di kawasan Panggulan, Sawangan, diberhentikan tiga orang pemotor. Mereka minta uang dan handphone,” tutur korban yang bernama Suminta, seperti dikutip liputan6.com.

Karena Suminta tak mau memberikan apa yang diminta dan melawan, salah seorang dari begal itu langsung mengeluarkan senjata tajam dan membacok. Lengan Suminta pun luka parah.

Pada 2 Maret 2019 yang baru lalu, aparat Polresta Depok berhasil menangkap tiga orang begal, yang satu di antaranya masih berusia 14 tahun. Menurut Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus, sebagaimana dikutip kompas.com, penangkapan tersebut berawal dari keresahan masyarakat dengan maraknya begal yang kerap beraksi sekitar kawasan Cimanggis, Depok.

Tiga orang itu ditangkap di lokasi yang berbeda-beda. “MR kami tangkap di kampung Pondokranggon, Jakarta Timur, kemudian kami kembangkan dan tertangkaplah Yahya dan Yulis pada hari yang sama jam 19.00 WIB di daerah Kalimanggis, yang kemudian dibawa ke Polsek Cimanggis,” kata Firdaus, Senin (4/3/). Berdasarkan pengakuan para pelaku itu, lanjutnya, mereka telah melakukan aksinya sebanyak lima kali di sejumlah daerah yang ada di kawasan Cimanggis.

Aparat Polresta Depok juga sebelumnya menangkap tiga begal di kawasan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, setelah para kriminal tersebut beraksi pada 28 Februari 2019. Ketiga pelakuknya masih remaja, berusia 16 tahun, 17 tahun, dan 18 tahun.

“Para pelaku ditangkap di depan pintu tol Podomoro, Leuwinanggung,” kata Wakil Kepalan Polresta Depok AKBP Arya Perdana, dikutip dari radardepok.com.

Menurut Arya, mereka dalam aksinya mereka kerap membawa senjata tajam celurit untuk menakut-nakuti korbannya. “Mereka mengincar orang yang melintas sendiri, dipepet oleh mereka. Mereka kemudian mengalungkan celurit ke leher korban dan langsung meminta ponsel secara paksa,” kata Arya.

Ada empat pelaku lain dari komplotan mereka yang kini sedang dikejar aparat kepolisian. “Kami masih mengejar empat orang pelaku yang masih buron, salah satunya adalah otak aksi kejahatan tersebut berinisial M,” tutur Arya..

Di Bekasi, Jawa Barat, dua remaja berusia 15 tahun dan 14 tahun yang sering melakukan aksi begal juga ditangkap pada 1 Maret 2019 lalu. Mereka terakhir kali melakukan aksi kejahatannya pada 16 Februari 2019 dan membacok perut korbannya karena korban yang juga masih remaja itu melawan saat mau dirampas sepeda motornya.

“Biasanya, aksi mereka dilakukan bertiga. Satu orang teman mereka berinisial FR masih kami kejar,” kata Kepala Polsek Tambun Kompol Rahmad Sujatmiko, dikutip dari kompas.com. Aparat Polsek Tambun juga menangkap lelaki paro baya berinisial YM, yang menjadi penadah barang hasil kejahatan kelompok begal.

Di Kampung Pekopen, Tambun, pada 6 Februari 2019, kompolotan begal juga melukai korbannya dengan senjata tajam. Menurut Rahmad, komplotan ini memang dikenal sebagai begal yang sadis, kerap menyerang korbannya secara membabi buta dengan senjata tajam.

Empat orang dari mereka kini telah ditangkap. Mereka berinisial SW (30 tahun), DK (29 tahun), MRS (20 tahun), dan AG (17 tahun). “Tersangka SW kami lumpuhkan karena melawan ketika dilakukan penangkapan,” kata Rahmad.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, mereka telah melakukan aksi begal sebanyak 10 kali di wilayah Tambun sampai Cikarang. Modusnya: mereka mendatangi korban lalu menyerang. “Yang diambil bisa telepon selular sampai sepeda motor,” kata Rahmad.

Di Tangerang, Banten, kelompok begal bahkan ada yang bersenjata api. “Ada korban yang tewas setelah ditembak pelaku tepat di bagian dada,” kata Kepala Polresta Tangerang Kombes Sabilul Alif, 13 Februari 2019, seperti dikutip banyak media.

Korban yang disasar kelompok begal bersenjata api itu terutama para perempuan yang berkendara sepeda motor. “Komplotan ini sengaja mengincar wanita, yang biasanya pulang bekerja. Mereka biasa ‘main’ malam, sekitar pukul 20.00 hingga 02.00 WIB,” ujar Sabilul Alif.

Tiga orang dari kelompok begal ini telah ditangkap. Dari mereka, polisi mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver, empat butir kaliber 9 milimeter, lima buah kunci later T, dan 7 unit sepeda motor. “Salah seorang dari mereka melawan saat akan ditangkap, sehingga kami terpaksa menembak betisnya,” kata Sabilul. [PUR]