VAR (Video Assistant Referee) segera dipakai di Liga Sepakbola Indonesia. VAR adalah sistem teknologi dan peralatan modern pemantau gerak pemain dan bola di lapangan yang dipakai dalam dunia sepakbola, untuk membantu wasit dalam pengambilan keputusan selama pertandingan. VAR menggunakan kamera dan teknologi video untuk merekam kejadian di dalam lapangan dengan lebih detail.
Wasit dapat menggunakan VAR untuk memeriksa keputusan terkait gol, penalti, kartu merah, dan peristiwa lainnya dalam pertandingan. Jika wasit memiliki keraguan ketika mengambil keputusan, ia dapat meminta bantuan dari tim VAR yang terdiri dari wasit-wasit yang memantau permainan melalui layar video.
Teknologi ini sudah jamak dipakai di liga sepakbola di luar negeri. Di Indonesia VAR pertama dipakai saat menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 pada November 2023, meski operator dan peralatannya masih dipegang FIFA.
Menurut informasi dari situs fifa.com, penggunaan VAR dalam sepak bola telah dimasukkan dalam Laws of the Game edisi 2018/2019 dan digunakan di Piala Dunia FIFA 2018. Sejak saat itu, sistem ini telah diterapkan di lebih dari 100 kompetisi di seluruh dunia.
VAR di Indonesia mulai Februari 2024
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator liga sepakbola profesional di Indonesia telah melakukan persiapan penerapan VAR sejak Juni 2023. Ada beberapa tahapan yang harus dilewati oleh PSSI, sehingga FIFA benar-benar merestui penggunaan VAR di Kompetisi BRI Liga 1 2023/24.
Indonesia akan memakai VAR mulai Februari 2024 mendatang, pada putaran kedua Liga 1.
PT LIB telah menyediakan sejumlah peralatan VAR ini. Mereka mendatangkan 15 unit seharga Rp100 miliar lebih, dengan 12 perangkat di antaranya dapat dipindah-pindah dan tiga alat rencananya dipasang permanen di Stadion Manahan – Solo, Stadion I Wayan Dipta – Gianyar, dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api – Bandung.
Saat ini Indonesia belum mempunyai wasit dan operator VAR yang berlisensi dari FIFA, untuk itu harus dilakukan pelatihan dengan pengawasan dari FIFA dan para ahli VAR internasional yakni dari Hawk-Eye Innovations.
Pelatihan wasit dan operator sudah dilakukan beberapa tahap. Kegiatan ini diikuti 18 wasit, 36 asisten wasit, dan 16 replay operator. Pelatihan ini dihadiri oleh para ahli VAR internasional yakni dari Hawk-Eye Innovations yang akan memberikan pemahaman tentang implementasi dan penggunaan teknologi ini.
Prosedur mengambil keputusan dengan VAR
VAR hanya dapat digunakan setelah wasit utama membuat keputusan awal, artinya wasit tidak dapat tunduk pada VAR jika tidak membuat keputusan. Namun, VAR dapat digunakan untuk memeriksa apakah keputusan wasit adalah benar.
Mengutip dari sportingnews.com, meski sudah ada VAR, keputusan akhir selalu ada di tangan wasit, baik berdasarkan informasi yang diberikan oleh VAR, atau setelah wasit melakukan tinjauan di lapangan atas insiden tersebut.
Fungsi VAR sangat mirip dengan tayangan ulang instan di olahraga lain seperti bola voli, badminton, atletik, basket dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa wasit membuat keputusan yang benar di atas lapangan.
VAR dioperasikan oleh AVAR (assistant video assistant referee). AVAR mengawasi VAR, mencatat insiden yang perlu ditinjau, dan mengomunikasikan hasil tinjauan VAR kepada komentator dan staf terkait.
AVAR memantau setiap keputusan yang dibuat oleh wasit. Jika AVAR yakin ada sesuatu yang terlewatkan atau ada keputusan yang salah dibuat, dia akan mengomunikasikannya kepada wasit kepala melalui alat komunikasi mereka.
Setelah kesalahan teridentifikasi dan permainan dihentikan, ada tiga kemungkinan cara wasit kepala dalam menanganinya.
Ada beberapa hal yang tidak memerlukan peninjauan, seperti offside atau handball, sehingga wasit cukup mengubah atau membatalkan keputusan tersebut. Keputusan lain, seperti disiplin atau beratnya pelanggaran tertentu, lebih subyektif dan mungkin mengharuskan wasit kepala untuk melihat kembali hal-hal tersebut melalui tinjauan di lapangan. Wasit kepala juga bisa mengabaikan keputusan VAR jika mereka merasa keputusan itu salah atau terlalu berat.
VAR diizinkan untuk meninjau empat jenis keputusan, yaitu: keputusan gol, keputusan pinalti, keputusan kartu merah langsung, dan keputusan identitas yang salah.
Dengan diterapkannya teknologi VAR diharap perselisihan di lapangan sepakbola dapat diminimalisir, sehingga keributan dapat dikurangi. [KS]