1. Swiss
Di Swiss, ada tradisi unik yang mungkin terdengar sederhana, namun sarat makna. Tepat saat tengah malam pergantian tahun, sebagian masyarakat menjatuhkan es krim ke lantai. Ritual ini dipercaya mampu menarik keberuntungan dan kesejahteraan. Es krim, yang melambangkan kelimpahan dan kenikmatan hidup, dianggap sebagai simbol rezeki yang “tumpah” dan akan terus mengalir sepanjang tahun baru, selama dilakukan pada waktu yang tepat.
2. Spanyol
Spanyol memiliki tradisi yang cukup dikenal di dunia, yakni memakan 12 butir anggur seiring dentingan lonceng pergantian tahun. Setiap butir anggur melambangkan satu bulan dalam setahun. Jika seseorang mampu menghabiskan seluruh anggur tepat waktu, maka dipercaya keberuntungan akan menyertai sepanjang tahun. Tradisi ini menjadi momen kebersamaan keluarga sekaligus ujian kecil ketepatan dan ketahanan diri.
3. Denmark
Berbeda dari negara lain, masyarakat Denmark justru merayakan Tahun Baru dengan memecahkan piring. Piring-piring lama dilemparkan ke depan pintu rumah keluarga atau kerabat. Semakin banyak pecahan yang ditemukan di pagi hari, semakin besar pula keberuntungan yang diyakini akan datang. Tradisi ini mencerminkan makna persahabatan, karena piring yang dilempar biasanya berasal dari rumah orang-orang terdekat.
4. Brasil
Di Brasil, khususnya di wilayah pesisir, Tahun Baru dirayakan dengan nuansa spiritual yang kuat. Masyarakat mengenakan pakaian putih, menyalakan lilin, dan melempar bunga ke laut sebagai penghormatan kepada Yemanja, dewi air dalam kepercayaan Afro-Brasil. Ritual ini dilakukan untuk memohon perlindungan, kelimpahan, dan keseimbangan hidup di tahun yang baru, dengan pantai sebagai ruang sakral perayaan.
5. Kolombia
Di Kolombia, tradisi Tahun Baru identik dengan koper kosong. Menjelang tengah malam atau setelah pergantian tahun, masyarakat berjalan mengelilingi lingkungan sambil membawa koper. Ritual ini melambangkan harapan akan perjalanan yang menyenangkan dan kesempatan menjelajah tempat-tempat baru di tahun mendatang. Tradisi ini populer terutama di kalangan mereka yang mendambakan petualangan dan pengalaman baru.
6. Ekuador
Ekuador memiliki tradisi membakar orang-orangan sawah yang disebut Año Viejo. Orang-orangan ini sering diisi dengan simbol-simbol atau foto yang mewakili peristiwa tahun sebelumnya. Ritual pembakaran dilakukan sebagai simbol melepaskan nasib buruk, kesedihan, dan kegagalan, sekaligus membuka ruang bagi keberuntungan dan awal yang bersih di tahun yang baru.
7. Jepang
Di Jepang, pergantian tahun dirayakan dengan ritual Joya no Kane. Lonceng kuil dibunyikan sebanyak 108 kali, angka yang dalam ajaran Buddha melambangkan jumlah hawa nafsu manusia. Setiap dentingan dipercaya membersihkan satu sifat buruk, sehingga ketika tahun baru tiba, manusia memasuki lembaran waktu dengan jiwa yang lebih jernih dan seimbang.
Di beberapa negara lain, termasuk Iran dan sejumlah wilayah Eropa serta Asia, perayaan Tahun Baru diwarnai dengan penggunaan kostum tertentu atau tarian tradisional. Ritual ini bertujuan mengusir roh jahat dan menyambut keberkahan. Meski praktiknya tidak selalu seragam dan kerap berbeda antar daerah, esensinya tetap sama yaitu menghadirkan perlindungan, harapan, dan keberuntungan di awal tahun. [UN]