Ilustrasi: Tol Trans Jawa di jalur Jawa Tengah/pu.go.id

Koran Sulindo – Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  akan melanjutkan jalan tol Trans Jawa hingga ke Bali.

“Jalan tol Trans Jawa dengan total panjang 1.350 Km yang baru saja tersambung atau dioperasikan pada tahun 2019, menghubungkan ujung barat sampai dengan ujung timur pulau Jawa. Kami akan melanjutkan ruas jalan tol ini hingga ke Pulau Bali,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam pertemuan daring Forum Bisnis Konstruksi Indonesia-Turki di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Potensi investasi di jalan tol Trans Jawa tersebut dipaparkan oleh Menteri Basuki di hadapan sejumlah pengusaha, kontraktor dan investor Turki yang hadir dalam Forum Bisnis Konstruksi Indonesia-Turki.

Menteri PUPR juga memaparkan potensi investasi dalam proyek tol Trans Sumatera, pembangunan bendungan, dan sebagainya.

Dalam forum yang turut dihadiri Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, Basuki juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah Indonesia dalam proyek infrastruktur.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menetapkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas pertama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024. Untuk merealisasikan target pembangunan infrastruktur, dibutuhkan kerjasama dengan negara-negara sahabat, baik dalam bentuk investasi maupun keahlian/teknologi di bidang konstruksi.

Sebelumnya Menteri PUPR mengatakan sembilan proyek tol lainnya telah disiapkan dan segera memasuki prakualifikasi lelang pada Juni – Juli 2020. Kementerian PUPR juga berencana melakukan lelang proyek sistem transaksi tol non-tunai berbasis multi-lane free flow (MLFF) di sektor jalan tol.

Kementerian PUPR menyatakan empat ruas tol baru siap beroperasi pada akhir Juni 2020 dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Ajak Investor Turki Garap Infrastruktur

Menteri PUPR mengundang dan mengajak perusahaan konstruksi dan invetsor Turki untuk memanfaatkan peluang investasi proyek infrastruktur di Indonesia melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Saya mengundang investor-investor dari Turki untuk memanfaatkan peluang dalam berinvestasi pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU,” kata Basuki.

Menurut Basuki,  terdapat sejumlah sektor infrastruktur yang berpeluang untuk dikerjasamakan dengan investor dan kontraktor Turki yakni infrastruktur sumber daya air, saluran pembuangan dan manajemen sampah. Kemudian peluang investasi terkait proyek-proyek infrastruktur dan konstruksi, lalu pertukaran ahli dan program pelatihan berkaitan dengan sumber daya manusia di sektor konstruksi.

Sektor lainnya yang berpeluang dikerjasamakan adalah sertifikasi ahli, dan transfer teknologi serta pengetahuan sektor konstruksi.

“Untuk menangani tantangan pembiayaan pembangunan infrastruktur, pemerintah menerapkan berbagai langkah untuk meningkatkan partisipasi sektor swasta,” katanya.

Salah satunya adalah memperbolehkan perusahaan, kontraktor dan investor asing untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek skema KPBU.

Skema KPBU diharapkan bisa menghasilkan daya ungkit dari hasil investasi, sehingga keuntungan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

Selain itu pemerintah juga berkomitmen untuk memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan, di antaranya dukungan penyiapan proyek, jaminan pemerintah, maupun dukungan pendanaan APBN untuk pembangunan sebagian konstruksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tol Trans Jawa

Sebelumnya, Kementerian PUPR menyatakan tol Trans Jawa dan tol Sumatera siap digunakan untuk mudik lebaran tahun 2019 lalu.

Baca juga: Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera Siap Digunakan untuk Mudik

“Di Pulau Jawa, ruas jalan nasional yang siap digunakan sepanjang 4.407 km yang terbagi Lintas Utara Jawa 1.341 km kondisi mantap 97%), Lintas Tengah Jawa 1.197 km kondisi mantap 93%, Lintas Selatan Jawa 888 km kondisi Mantap 98% dan Pantai Selatan Jawa 981 km dari 1.405 Km kondisi Mantap 83%,” kata Basuki, di Jakarta, Senin (6/5/2019), melalui rilis media.

Ilustrasi: Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono/pu.go.id

Tahun 2019 itu jalan tol Trans Jawa sepanjang 965 km siap digunakan ditambah ruas tol fungsional yaitu Tol Pandaan – Malang seksi 1 – 3 (31 Km) yang menjadi sirip Jalan Tol Trans Jawa.

Tersambungnya Tol Trans Jawa dari Merak – Grati, Pasuruan sepanjang 933 Km diharapkan berimbas pada peningkatan ekonomi lokal seperti meningkatnya kunjungan ke lokasi-lokasi wisata maupun penjualan cinderamata dan kuliner khas daerah.

Menurut PUPR, pembangunan jalan tol juga mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di rest area tol sehingga tidak hanya diisi oleh produk-produk asing. Contohnya di rest area KM 538 Tol Sragen-Ngawi yang diidominasi kuliner lokal seperti Soto Kwali, Soto Madura, Baso Malang dan kopi lokal.

Disamping ekonomi lokal, dengan waktu tempuh lebih singkat serta berkurangnya biaya operasional angkutan logistik dapat mempertahankan industri tidak terpusat di Kawasan Industri seperti Karawang dan Cikarang namun bisa tersebar di daerah seperti Kabupaten Pemalang, Semarang, Kendal, Klaten dan Sidoarjo.

Menurut Basuki, manfaat dari terbangunnya tol Trans Jawa ini tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antar kota, tetapi dapat di integrasikan dengan kawasan industri. Sehingga mendukung peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Tol Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik. Sehingga vendor, misalnya di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang supaya bisa dekat dengan pabrik utama,” kata Basuki. [RED]

BAGIKAN