Satgas PKH Ungkap Kondisi Tesso Nilo Kritis, Hutan Primer Tinggal 6.500 Hektare

Kepala Pelaksana Satgas PKH, Febrie Adriansyah dan Kasum TNI, Letjen Richard Tampubolon. (foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)

‎Jakarta – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (Satgas PKH) beberkan kondisi hutan di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yang makin mengkhawatirkan.

‎Hal ini diungkapkan Ketua Pelaksana Satgas PKH Febrie Adriansyah saat konferensi pers di gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan pada Senin (15/12).

‎”kita tahu ini adalah kawasan hutan Taman Nasional, 81 ribu hektare luasnya, tinggal 12 ribu (hektare), bahkan hutan primernya tinggal 6.500 (hektare),” kata Febri yang juga Kepala Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus).

‎Ia menegaskan, Satgas PKH dibentuk memang bertujuan untuk mengembalikan hutan sesuai dengan fungsinya. Pihaknya juga meminta dukungan dari masyarakat yang berasa di Taman Nasional Tesso Nilo untuk ikut mengawasi dan melakukan relokasi hutan agar hutan tersebut tetap terjaga.

‎Febrie khawatir sisa hutan yang tinggal 6.500 hektare tersebut akan habis dalam waktu 1-2 tahun kedepan apabila tidak segera ditangani kerusakannya.

‎”Bayangkan, kalau Satgas PKH tidak cepat masuk ke kawasan Teso Nilo, tinggal 6.500, kita perkirakan tidak sampai 2 tahun mungkin 1 tahun lebih habis,” ujarnya.

‎Dengan hadirnya Satgas PKH ke Taman Nasional Tesso Nilo, Febri berharap kawasan hutan yang selama ini dirusak dan menjadi penyebab bencana seperti yang terjadi di Sumatera dan Aceh, tidak terjadi di kawasan Tesso Nilo.

‎”Dan ini salah satu mitigasi mencegah untuk terjadinya bencana. Jadi Satgas PKH fungsinya seperti itu,” pungkasnya. [IQT]