Sejumlah bocah mengikuti pawai obor di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa 18 Juli 2023. Pawai obor tersebut dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriyah. (Sumber: ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Tahun Baru Islam, yang jatuh pada 1 Muharram dalam kalender Hijriah, menjadi momentum penting bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk melakukan refleksi diri dan meneguhkan kembali nilai-nilai spiritual.

Meskipun tidak memiliki ibadah khusus seperti puasa Ramadhan atau salat hari raya, pergantian tahun ini tetap dirayakan dengan khidmat melalui berbagai tradisi yang merepresentasikan perpaduan antara nilai keislaman dan kearifan lokal. Pada tahun 2025, peringatan ini jatuh pada tanggal 27 Juni, menandai masuknya tahun 1447 Hijriah.

Di berbagai belahan dunia, umat Muslim menyambut 1 Muharram dengan cara yang unik dan penuh makna. Tradisi yang dilakukan tidak hanya menunjukkan keberagaman budaya Islam, tetapi juga mengukuhkan rasa solidaritas, spiritualitas, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Berikut adalah rangkuman tradisi unik Tahun Baru Islam di berbagai negara yang di rangkum dari berbagai sumber:

Indonesia

Di Indonesia, suasana Tahun Baru Islam sangat terasa terutama di malam 1 Muharram. Pawai obor menjadi tradisi yang paling populer, di mana anak-anak hingga orang dewasa berjalan keliling kampung sambil membawa obor, berselawat, dan bertakbir.

Di wilayah Jawa, seperti Yogyakarta dan Surakarta, keraton-keraton mengadakan kirab pusaka dan tapa bisu, yakni tradisi berjalan mengelilingi keraton dalam keheningan sebagai bentuk refleksi diri.

Beberapa daerah juga melaksanakan upacara adat seperti Bubur Suro dan Kirab Kebo, simbol perpaduan budaya dan keislaman. Selain itu, kegiatan keagamaan seperti doa bersama, pengajian, serta santunan kepada anak yatim juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

Brunei Darussalam

Warga Brunei menyambut Tahun Baru Islam dengan membersihkan masjid dan tempat ibadah, mencerminkan semangat kebersihan lahir dan batin. Setelah itu, mereka mengadakan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan di tahun yang baru.

Malaysia

Di Malaysia, Tahun Baru Islam dikenal dengan nama Maal Hijrah. Perayaan ini ditandai dengan ceramah agama, tilawah Al-Qur’an, pawai keagamaan, serta pemberian penghargaan kepada tokoh dakwah yang dinilai berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam. Melalui kegiatan ini, semangat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat semakin diperkuat.

Mesir

Di Mesir, suasana Tahun Baru Islam diwarnai oleh kebersamaan keluarga. Masyarakat mengenakan pakaian baru dan memberikan hadiah kecil kepada anak-anak. Pertunjukan zikir dan tarian Sufi menjadi daya tarik utama dalam perayaan ini. Perpaduan antara spiritualitas dan seni menciptakan atmosfer meriah yang tetap religius.

Maroko

Masyarakat Maroko memiliki tradisi yang telah diwariskan turun-temurun: berbagi roti khas kepada tetangga sebagai bentuk solidaritas. Mereka juga mengadakan upacara api unggun di tanah lapang, disertai nyanyian dan doa sepanjang hari. Api dan lagu menjadi simbol pembersihan jiwa dan pembaharuan harapan di tahun yang baru.

Arab Saudi

Sebagai negara tempat dua kota suci berada, Arab Saudi merayakan Tahun Baru Islam dengan suasana sederhana namun penuh makna. Ucapan salam dan doa saling dibagikan antar sesama. Di kota Jeddah, ada kebiasaan meminum segelas susu putih di pagi hari 1 Muharram sebagai simbol awal yang bersih dan suci.

Irak dan Lebanon

Di Irak, suasana Tahun Baru Islam lebih bersifat kontemplatif. Banyak masyarakat yang mengenang peristiwa tragis di Karbala dan pengorbanan Imam Husein. Doa, renungan, dan narasi sejarah Karbala menjadi inti dari peringatan ini.

Sementara di Lebanon, warga menunjukkan solidaritas dengan melakukan donor darah sebagai penghormatan terhadap perjuangan Imam Husein. Beberapa bahkan mengenakan pakaian putih dan membuat goresan kecil di dahi sebagai simbol pengorbanan dan empati.

Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, melainkan juga waktu untuk memperbarui niat, memperbaiki diri, dan mempererat hubungan sosial dalam bingkai nilai-nilai Islam. Dari Indonesia hingga Maroko, dari kesederhanaan hingga kemegahan budaya, setiap tradisi yang dilakukan menjadi cermin dari semangat umat Islam dalam menjaga identitas sekaligus merayakan keberagaman. [UN]