Sebuah pulau didekat pulau Jawa namun bukan merupakan bagian dari Indonesia. Pulau ini justru masuk kedalam wilayah Australia, meski jarak Pulau ini hanya 350 Km dari selatan Pulau Jawa dan sekitar 2600 Km ke Australia. Pulau ini memiliki luas 135 km persegi.
Pulau tersebut bernama Christmas Island atau Pulau Natal. Iya Pulau Natal namun terdapat hal unik di dalamnya.
Natal identik dengan hari besar bagi umat Kristiani tetapi berbeda dengan pulau ini. Penduduk Pulau Natal mayoritas beragama Islam.
Nama pulau Natal berasal dari tanggal penemuannya, dimana Pulau tersebut ditemukan pada tanggal 25 Desember 1643 oleh Kapten William Mynors. Karena alasan inilah pulau yang disinggahi Kapten William Mynors disebut sebagai Christmas Island atau pulau Natal karena ditemukannya pulau tersebut bertepatan dengan perayaan hari Natal.
Kapten William Mynors merupakan seorang pelaut berkebangsaan Inggris yang merupakan master kapal milik East India Company (EIC) bernama Royal Mary.
Kapal Royal Mary beroperasi selama jangka waktu dari tahun 1626 sampai tahun 1639.
Setelah ditemukannya pulau tersebut, kemudian pulau Natal dimasukan kedalam peta navigasi oleh Inggris dan Belanda sejak abad ke-17.
Selang beberapa abad berikutnya, Inggris menganeksasi pulau Natal atas desakan John Murray pada 6 Juni 1888 dengan alasan karena ditemukannya fosfat di pulau tersebut sehingga Inggris tergiur untuk mengklaimnya.
Setelah mengklaim pulau Natal karena ditemukannya fosfat, Inggris mendirikan perusahaan fosfat pertama di pulau itu beserta pemukiman bernama Flying Fish Cove.
Inggris mendatangkan delapan manajer Eropa dengan 200 buruh dari Tiongkok, lima polisi Sikh dan sejumlah kecil orang Melayu untuk dijadikan pekerja di pulau tersebut.
Pada tahun 1942 saat perayaan Natal, Jepang menyerang kapal fosfat dari Norwegia bernama The Eidsvold di Flying Fish Cove yang menyebabkan 50 keluarga Asia dan Australia dievakuasi ke Perth.
900 tentara Jepang juga menyerang dan menduduki pulau Natal serta memenjarakan orang Eropa yang tersisa, 1000 pekerja Melayu dan Tiongkok diburu di hutan-hutan pulau tersebut.
“Sabotase penduduk pulau dan kapal selam Sekutu menyebabkan penangguhan penambangan fosfat yang ada di Pulau Natal,” ungkap Christmas Island Tourism Association dikutip dari laman resminya.
Kekalahan Jepang di perang dunia II pada tahun 1945 menandai berakhirnya hari-hari buruk di pulau Natal. Jepang meninggalkan pulau Natal dan pualu tersebut menjadi berstatus pulau bebas.
Inggris mengambil alih pulau tersebut dari Jepang setelah kekalahanya di perang Dunia II atas nama Ratu Victoria. Namun pada tahun 1946 pulau tersebut ditempatkan dibawah yurisdiksi Koloni Mahkota Singapura.
Baru pada tahun 1958, Inggris (Kerajaan Britania Raya) mengalihkan kedaulatan ke Australia sehingga sampai saat ini pulau Natal menjadi bagian dari wilayah Australia.
Dari data statistik, pulau tersebut mayoritas penduduknya adalah mereka yang berasal dari Cina, Melayu dan India yang merupakan pemukim permanen awal pulau Natal.
Agama Islam menjadi agama mayoritas dengan total 22% penduduknya memeluk agama tersebut dan diposisi kedua ada Budha sekitar 15%, Katolik sekitar 7% dan Kristen 5%.
Praktik keagamaan di pulau ini berbeda berdasarkan geografi di seluruh pulau dan secara efektif sesuai dengan tiga pemukiman utama di pulau ini. Seperti di Ibu kota (hanya dikenal sebagai Pemukiman), pemukiman di daerah Kanton Poon Saan, dan desa air Melayu yang sering disebut sebagai Kampung. [IQT]
Pulau Natal yang Berpenduduk Mayoritas Muslim




