Ilustrasi: Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani/Eno-Man

Koran Sulindo – Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan secara virtual dengan Ketua Parlemen Norwegia, Tone Wilhemsen Troen, Jumat (19/2). Pada kesempatan itu, Puan menyampaikan adanya peluang peningkatan kerja sama antara Indonesia-Norwegia.

Puan menuturkan, dalam bidang perdagangan perlu terus ditingkatkan arus kedua negara, yang akan lebih seimbang untuk kepentingan kedua negara. Kemudian, peluang kerja sama juga bisa dilakukan terkait sovereign wealth fund (SWF), karena Indonesia baru saja membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

“Kiranya dapat dijajaki kemitraan lebih erat antara SWF Norwegia dan LPI di masa depan. Saya mengharapkan dukungan Storting bagi peningkatan hubungan Indonesia dan Norwegia di masa mendatang,” kata Puan dalam keterangannya.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu, ungkap Puan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Norwegia telah berkembang dinamis sejak 71 tahun lalu. Kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara demokrasi, menjunjung rule of law, menghargai hak asasi manusia (HAM), dan berkomitmen tinggi untuk perlindungan lingkungan hidup.

Puan melanjutkan, kerja sama kedua negara telah berlangsung  multidimensi melibatkan berbagai pihak, dan mencakup multisektor.

“Kerja sama bilateral utama kedua negara adalah terkait REDD+ untuk mengatasi deforestasi dalam konteks perubahan iklim. Ini dapat menjadi contoh bagi keberhasilan kerja sama bilateral dalam mengatasi permasalahan global,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Termasuk hasil kerja sama REDD+, Indonesia yang berhasil melakukan penurunan emisi sebesar 11,2 juta ton pada tahun 2017.

Selain itu Indonesia juga berkomitmen menjaga kelangsungan sumber daya alamnya, seperti hutan tropis dan produksi kelapa sawit yang dilakukan dengan memperhatikan aspek perlindungan lingkungan.

“Komitmen Indonesia ini merupakan bentuk kontribusi bagi upaya mengurangi emisi karbon yang akan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar  putri pasangan Taufiq Kiemas (alm) dan Megawati Soekarnoputri itu. [CHA]