Jakarta – Presiden RI menggelar pertemuan tertutup dengan para pimpinan partai politik koalisi di Istana Presiden Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Presiden PKS Almuzammil Yusuf.
Dalam keterangan pers usai pertemuan, Ketua Umum Golkar menyatakan bahwa fokus utama perbincangan adalah mengenai kesiapan Indonesia menghadapi dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu.
”Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika global, khususnya dalam konteks energi. Kami dari partai politik sangat memahami posisi Presiden dan mendukung langkah antisipasi untuk mengamankan negara,” ujar Bahlil kepada wartawan pada Selasa (3/3/2026) malam.
Sementara itu, Presiden PKS Almuzammil Yusuf. mengungkapkan bahwa Presiden memberikan penjelasan mendalam mengenai kondisi Board of Peace (BoP). Menurut Muzani, langkah-langkah yang diambil pemerintah saat ini merupakan pilihan yang paling memungkinkan dalam upaya Indonesia merespon dinamika global.
”Beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dilakukan. Intinya adalah pada pertahanan dan kesiapan kita menghadapi krisis, baik itu kesiagaan pangan maupun energi,” kata Almuzammil.
Lebih lanjut, pertemuan tersebut juga menyoroti ketegangan antara Iran dan Israel yang memicu suhu politik dunia memanas. Presiden menekankan pentingnya dialog antar-elit politik untuk menyatukan visi nasional di tengah ancaman krisis global.
Presiden dikabarkan akan segera menyampaikan sikap resmi pemerintah kepada publik dalam waktu dekat untuk memberikan kepastian mengenai langkah-langkah strategis Indonesia ke depan.
”Poin utamanya adalah kesiagaan Indonesia menghadapi situasi politik dunia yang sedang memanas,” pungkasnya. [IQT]
Presiden RI Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pimpinan Partai Koalisi, Bahas Geopolitik Global hingga Krisis Energi
Para Ketum Partai Koalisi yang menghadiri ratas dengan Presiden Prabowo di Istana Presiden. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)