Percepat Transformasi, Pemerintah Targetkan Restrukturisasi BUMN Rampung Tahun Ini

Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria. (Foto: Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, koransulindo.com – Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan seluruh proses restrukturisasi BUMN tepat waktu pada tahun ini.

Langkah ini diambil bukan sekadar mengejar tenggat, melainkan untuk memperbaiki fundamental perusahaan milik negara agar lebih kompetitif dan sehat secara finansial.

Dony menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pengelolaan BUMN ke depan. Transformasi yang dilakukan mencakup konsolidasi aset hingga penguatan tata kelola.

“Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN. Diharapkan ini bisa selesai tepat waktu dan secara fundamental selesai,” ujar Dony Oskaria usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (7/4).

Dony menambahkan, salah satu poin krusial dalam transformasi ini adalah penggabungan (merger) sejumlah perusahaan yang memiliki bidang usaha serupa. Dony juga mengungkapkan, pemerintah sedang menyatukan empat perusahaan aset manajemen menjadi satu wadah agar lebih kompetitif.

Tak hanya itu, di sektor logistik, sebanyak 15 perusahaan BUMN akan dikonsolidasikan menjadi satu entitas Logistik Nasional.

“Insyaallah dalam satu bulan ini akan selesai. Kita akan umumkan 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional kita,” ungkapnya.

Terkait persoalan Whoosh (Kereta Cepat Jakarta-Bandung), Dony memastikan proses penyelesaian skema pendanaan dan strukturnya sudah mencapai tahap final. Detail mengenai porsi kepemilikan dan penyelesaiannya akan diumumkan bersama Menteri Keuangan dalam waktu dekat.

Meskipun ada perubahan struktur, operasional Kereta Cepat akan tetap berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pemerintah berencana menjadikan kereta api sebagai moda transportasi unggulan melalui investasi besar pada elektrifikasi jalur.

“Tahun ini kita akan melakukan elektrifikasi untuk jalur Jakarta-Rangkasbitung, Jakarta-Cikampek, dan Jakarta-Sukabumi. Ini akan sangat memudahkan transportasi publik kita,” kata Dony.

Sementara itu, menanggapi situasi global, Dony mengakui adanya dampak pada sektor penerbangan, terutama akibat ketegangan di Timur Tengah. Beberapa penerbangan internasional terpaksa dihentikan, yang berakibat pada penurunan trafik di sejumlah bandara.

Namun, ia menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak terlalu signifikan terhadap performa bandara secara keseluruhan. Pemerintah tetap memprioritaskan agar kondisi ekonomi masyarakat tidak terganggu oleh fluktuasi global, terutama di sektor energi seperti Pertamina. [IQT]