Koran Sulindo – Setelah membongkar skandal INA Papers yang melibatkan Presiden Ekuador, Lenin Moreno, pendiri WikiLeaks, Julian Assange terancam akan diusir dari kedutaan negara itu di London, Inggris. Bahkan disebutkan telah dicapai kesepakatan antara Inggris dan Ekuador untuk segera menangkap Assange.
Assange karena itu, demikian laporan teleSUR pada Jumat (5/4), akan segera dikeluarkan dari Kedutaan Ekuador hanya dalam waktu hitungan jam. Moreno berpendapat, Assange telah berulangkali melanggar persyaratan suaka politik yang diberikan kepadanya.
Karena itu, kata Moreno, pihaknya akan segera mengambil keputusan dalam waktu dekat ini. Dikatakan Moreno, Assange tidak punya hak untuk meretas akun atau telepon pribadi serta tidak dapat mengintervensi secara politik ke negara-negara lain, terutama negara yang menjadi sahabat Ekuador.
Assange telah menerima suaka politik dari Ekuador pada 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Ia dituduh telah melakukan kejahatan seksual. Sejak Moreno berhasil menduduki posisi puncak di Ekuador, Assange mulai dibatasi terutama menerima kunjungan dan berbicara dengan orang lain dalam hal misi diplomatik.
Setelah resmi menjadi warga negara Ekuador pada 2017, hukum negara itu melarang ekstradisi terhadap warganya. Akan tetapi, Moreno tampaknya akan merelakan Assange dan diduga karena tekanan dari Amerika Serikat (AS). [KRG]