Ilustrasi/senengdolan.com

Koran Sulindo – Bandara Udara Internasional Yogyakarta Baru (New Yogyakarta International Airport – NYIA) yang terletak di di Temon,  Kulon Progo, yang akan beroperasi pada 2019, diperkirakan mampu menampung 14 juta penumpang per tahun. Ini artinya mampy menampung hampir 10 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto saat ini.

Seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Yogya, maka investasi dan pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diharapkan bisa ikut terangkat. Pun juga ada rencana pembukaan akses langsung dari Kulon Progo ke Borobudur, Jawa Tengah.

Demikian hal yang mengemuka saat digelar forum group discussion (FGD) bertema “Collaborative Destination Development” di Hotel Royal Ambarrukmo, Kamis (30/3).

Namun pada kesempatan itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan hendaknya tidak hanya terkonsentrasi pada pariwisata di kota Yogya, Sleman dan Kulon Progo saja. Daerah lain seperti Gunung Kidul yang jaraknya hanya sekitar 60 km dari kota Yogya harus pula diperhatikan.

“Jangan sampai Gunung Kidul tidak masuk dalam dalam pemasaran yang terintegrasi,” tutur Sultan.

Menurut Sultan, industri pariwisata di Gunung Kidul, saat ini sedang menggeliat. Banyaknya kelompok masyarakat berbasis komunitas yang mencoba mengembangkan potensi pariwisatanya. Maka sudah semestinya pula Gunung Kidul diperhatikan agar tidak memunculkan kekhawatiran dari mereka, dan memunculkan persaingan yang sehat. “Mungkin perlu adanya manajemen pengunjung, sehingga sirkulasinya dapat merata,” ujar Sultan.

Memang, tambah Sultan, bagi wisatawan lokal yang datang dari arah Timur tentu tidak masalah jika harus ke Gunung Kidul. Mengingat jaraknya yang tidak terlalu jauh. Namun y ang dikhawatirkan adalah wisatawan asing. “Saat ini Pemda DIY tengah berdiskusi bagaimana potensi Gunung Kidul tetap menjadi daya tarik tersendiri,” ungkapnya.

“Kulon Progo juga harus mendapat perhatian. Jangan justru hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” kata Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies(Asita) DIY Udhi Sudiyanto. [YUK]