Negara-negara satelit Uni Soviet yang menjadi anggota Pakta Warsawa. (Sumber: Sulindo/Benedict Pietersz)

Pakta Warsawa merupakan perwujudan dari Blok Timur, sementara Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan negara-negara anggotanya mewakili Blok Barat.

Kedua aliansi tersebut saling bertentangan secara ideologis. Seiring berjalannya waktu, mereka membangun pertahanan masing-masing, memicu perlombaan senjata selama Perang Dingin.

Secara formal dikenal sebagai Perjanjian Persahabatan, Kerjasama dan Bantuan Bersama, Pakta Warsawa merupakan sebuah aliansi politik dan militer yang dibentuk pada tanggal 14 Mei 1955.

Aliansi ini melengkapi Dewan Bantuan Ekonomi Bersama, sebuah organisasi ekonomi regional yang dibentuk oleh Uni Soviet pada Januari 1949 untuk negara-negara komunis di Eropa Tengah dan Timur.

Tujuan Pembentukan

Pakta Warsawa secara efektif dirancang untuk mengimbangi NATO. Negara-negara penandatangan yang pertama adalah Uni Soviet, Albania, Polandia, Cekoslowakia, Hungaria, Bulgaria, Rumania, dan Republik Demokratik Jerman.

Dengan bergabung ke dalam Pakta Warsawa, para anggotanya memberikan akses militer kepada Uni Soviet ke wilayah mereka dan mengikatkan diri pada komando militer bersama.

Negara-negara anggota berjanji untuk saling membela jika satu atau lebih dari mereka diserang. Mereka juga menekankan tidak akan ikut campur dalam urusan internal masing-masing dan mengorganisasikan diri berdasarkan pengambilan keputusan kolektif.

Akan tetapi, Uni Soviet pada akhirnya mengendalikan sebagian besar keputusan dalam Pakta Warsawa.

Aktivitas

Ketentuan utama Pakta Warsawa adalah memberikan hak kepada Moskow untuk terus menempatkan pasukannya di negara-negara satelit.

Diperbarui pada tahun 1975 dan 1985, undang-undang dalam Pakta Warsawa mengatur komando militer terpadu di bawah Marsekal Koniev, didominasi oleh Tentara Merah, dan bermarkas di Moskow.

Uni Soviet memperkenalkan persenjataan dan manual militer Tentara Merah, menggelar pelatihan bersama, mendiktekan manuver tahunan, dan menetapkan seragam bergaya Tentara Merah untuk Pakta Warsawa.

Salah satu latihan militer yang pernah digelar adalah Soyuz 83 pada tahun 1983. Latihan ini berfokus pada peningkatan kerja sama antara pasukan Pakta Warsawa. Dalam sebuah surat, Marsekal Soviet Viktor Kulikov merinci hasil latihan tersebut, menekankan perlunya melawan intelijen Barat dan taktik pengalihan perhatian.

Ketidakpuasan dan Pembubaran

Uni Soviet menggunakan Pakta Warsawa untuk meredam perbedaan pendapat di negara-negara satelitnya di Eropa, misalnya di Hungaria pada tahun 1956, di Cekoslowakia pada tahun 1968, dan di Polandia pada tahun 1981.

Di Hungaria, pasukan Soviet menumpas Revolusi Hungaria untuk mempertahankan kendali komunis. Pakta Warsawa berperan dalam pengadilan pembersihan yang penuh kekerasan dan eksekusi para pemimpin nonkomunis.

Kebijakan ekonomi Soviet yang keras menyebabkan kekurangan makanan, upah rendah, dan kondisi kehidupan yang buruk. Banyak warga Hungaria kesal karena Uni Soviet mengeksploitasi sumber daya alam negara mereka.

Di Cekoslowakia, invasi Pakta Warsawa menghentikan Reformasi Musim Semi Praha, yaitu periode reformasi politik dan ekonomi yang dipimpin oleh Alexander Dubček.

Reformasi tersebut memperkenalkan perubahan yang mencakup kebebasan berbicara dan pers yang lebih besar, pengurangan sensor pemerintah, kemandirian ekonomi, dan memperbolehkan partisipasi nonkomunis.

Uni Soviet khawatir jika Cekoslowakia menjadi terlalu independen, negara Pakta Warsawa yang lain akan mengikutinya, sehingga melemahkan kendali Soviet atas Eropa Timur.

Di Polandia, Pakta Warsawa memperkuat posisi Partai Pekerja Bersatu Polandia (PZPR) dengan menekan Wojciech Jaruzelski untuk mengumumkan darurat militer. Pada masa itu, militer dan polisi Polandia menangkap para pemimpin gerakan Solidaritas (Solidarność), memberlakukan jam malam, melarang protes, dan menutup media independen.

Darurat militer menyebabkan ketidakpuasan yang meluas terhadap pemerintah di kalangan masyarakat Polandia. Negara-negara Barat (terutama AS dan Eropa Barat) memberlakukan sanksi yang memperburuk ekonomi Polandia. Kekurangan pangan dan inflasi meningkat, membuat kehidupan warga Polandia semakin sulit.

Pada tahun 1980-an, Pakta Warsawa dirundung berbagai masalah yang berkaitan dengan perlambatan ekonomi di semua negara Eropa Timur. Memasuki akhir tahun 1980-an, perubahan politik di sebagian besar negara anggota membuat aliansi tersebut hampir tidak efektif.

Jerman Timur meninggalkan Pakta Warsawa pada bulan September 1990 agar bisa menyiapkan diri untuk bersatu kembali dengan Jerman Barat. Cekoslowakia, Hungaria, dan Polandia menarik diri dari semua latihan militer Pakta Warsawa di bulan Oktober.

Pakta Warsawa secara resmi bubar pada bulan Maret dan Juli 1991, menjelang keruntuhan Uni Soviet. [BP]