Operation Ivy Bells menjadi bagian penting dari sejarah intelijen bawah laut selama Perang Dingin. Operasi yang dimulai pada 1971 ini melibatkan Angkatan Laut AS, National Security Agency (NSA), dan Central Intelligence Agency (CIA).
Apa Itu Operation Ivy Bells?
Operation Ivy Bells adalah operasi penyadapan komunikasi bawah laut yang dijalankan Amerika Serikat untuk memperoleh informasi intelijen dari jaringan komunikasi militer Soviet.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya pengumpulan intelijen selama Perang Dingin, ketika kedua negara bersaing memperoleh informasi mengenai kemampuan dan aktivitas militer lawannya.
Sasaran utamanya adalah kabel komunikasi bawah laut yang menghubungkan pangkalan kapal selam Soviet di Petropavlovsk, Semenanjung Kamchatka, dengan daratan utama Soviet.
Kabel tersebut melintasi Laut Okhotsk, kawasan strategis bagi aktivitas Angkatan Laut Soviet di Pasifik. Petropavlovsk merupakan pangkalan penting bagi armada kapal selam Soviet.
Karena itu, komunikasi yang melewati kabel tersebut memiliki nilai bagi intelijen AS yang ingin mempelajari aktivitas angkatan laut Soviet melalui pesan-pesan yang dikirimkan antarfasilitas militer.
Dalam pelaksanaannya, Operation Ivy Bells mengandalkan kapal selam yang mampu membawa penyelam dan peralatan khusus ke dasar laut.
Perangkat penyadap dipasang tanpa memotong kabel, sehingga komunikasi dapat tetap berlangsung selama proses pengumpulan informasi.
USS Halibut dan Pemasangan Alat Sadap di Laut Okhotsk
Kapal selam USS Halibut (SSGN-587) memainkan peran utama dalam tahap awal Operation Ivy Bells.
Kapal ini dimodifikasi untuk menjalankan misi rahasia di bawah laut, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan pengumpulan intelijen.
Pada Oktober 1971, USS Halibut menjalankan misi untuk menemukan kabel komunikasi Soviet dan memasang perangkat penyadap.
Penyelam Angkatan Laut AS turun ke dasar laut untuk menempatkan perangkat pada kabel yang menjadi sasaran operasi.
Menurut Norman Polmar dalam artikel yang diterbitkan U.S. Naval Institute Proceedings pada Desember 1996, perangkat tersebut dipasang pada kabel komunikasi yang menghubungkan Petropavlovsk dengan daratan utama Soviet.
Kegiatan Halibut pada masa itu dijalankan dengan tingkat kerahasiaan tinggi.
Misi intelijennya tidak diketahui secara luas oleh publik, sementara kegiatan kapal tersebut dikaitkan dengan pekerjaan eksperimental dan penelitian laut dalam.
Penyadapan kabel memerlukan ketepatan navigasi dan pekerjaan bawah laut yang terencana. Setelah perangkat terpasang, kapal selam dapat kembali ke lokasi untuk mengambil rekaman yang telah tersimpan.
Cara Kerja Perangkat Penyadap Kabel Operation Ivy Bells
Perangkat penyadap Operation Ivy Bells dirancang untuk menangkap dan merekam komunikasi yang melewati kabel bawah laut tanpa harus memotongnya.
Sejumlah catatan sejarah menyebut perangkat awal memiliki panjang sekitar 20 kaki atau 6 meter dan dipasang pada kedalaman sekitar 400 kaki atau 122 meter. Perangkat tersebut menggunakan prinsip induksi elektromagnetik untuk menangkap sinyal dari kabel.
Dengan metode ini, penyadapan dapat dilakukan tanpa membuat sambungan fisik baru yang berpotensi mengganggu jalur komunikasi.
Sinyal yang tertangkap kemudian direkam oleh perangkat khusus di dasar laut.
Kapal selam AS kembali secara berkala untuk menangani sistem perekam dan mengambil hasil rekaman yang telah terkumpul. Rekaman tersebut dapat dianalisis oleh badan intelijen AS, termasuk NSA.
Sebagai lembaga yang menangani intelijen sinyal (signals intelligence atau SIGINT), NSA memiliki fungsi pengumpulan dan analisis informasi dari komunikasi serta sinyal elektronik.
Sejumlah laporan sejarah menyebut bahwa sebagian komunikasi yang tertangkap tidak dienkripsi.
USS Parche Melanjutkan Operasi Penyadapan
Setelah USS Halibut dinonaktifkan pada 1976, USS Parche (SSN-683) mengambil alih sejumlah tugas intelijen bawah laut yang berkaitan dengan operasi tersebut.
USS Parche merupakan kapal selam kelas Sturgeon yang dimodifikasi untuk mendukung pekerjaan intelijen khusus.
Kapal ini dipindahkan ke Pasifik dan menjalani modifikasi di Mare Island Naval Shipyard, California, sebelum menjalankan tugas-tugas rahasianya.
Dalam Operation Ivy Bells, Parche melanjutkan pekerjaan yang berkaitan dengan perangkat penyadap pada kabel komunikasi Soviet. Kapal selam tersebut memungkinkan personel AS kembali ke lokasi untuk menangani perangkat dan mengambil rekaman.
Informasi Intelijen yang Diperoleh dari Kabel Komunikasi Soviet
Operation Ivy Bells memberikan Amerika Serikat akses terhadap komunikasi yang melewati jaringan angkatan laut Soviet.
Lokasi kabel yang menghubungkan Petropavlovsk dengan daratan utama menjadikannya sasaran penting karena pangkalan tersebut berkaitan dengan aktivitas kapal selam Soviet di kawasan Pasifik.
Isi lengkap pesan yang disadap dan pengaruhnya terhadap keputusan militer AS tidak seluruhnya diketahui publik.
Ronald Pelton Membocorkan Rahasia Operation Ivy Bells
Operation Ivy Bells terbongkar setelah Ronald William Pelton membocorkan informasi rahasia AS kepada pihak Soviet.
Pelton merupakan mantan pegawai NSA yang berpengalaman dalam bidang komunikasi dan pernah memperoleh akses ke informasi rahasia intelijen.
Pada Januari 1980, Pelton mendatangi Kedutaan Besar Soviet di Washington, D.C., dan menawarkan informasi rahasia.
Dia kemudian memberikan informasi intelijen kepada pihak Soviet, termasuk informasi yang membahayakan operasi pengumpulan komunikasi AS. Pelton menerima bayaran atas informasi yang disampaikannya.
Dalam pemberitaan mengenai perkara tersebut pada 1986, jumlah US$35.000 disebut berkaitan dengan pembayaran untuk informasi rahasia yang dijualnya kepada Soviet. Kebocoran tersebut membahayakan kerahasiaan Operation Ivy Bells.
Menurut Norman Polmar, pada 1981 satelit pengintaian AS melihat kapal-kapal penyelamat Soviet berada tepat di atas lokasi perangkat penyadap di dasar laut.
Pengamatan itu mendukung laporan bahwa perangkat telah ditemukan atau operasi telah terbongkar. Peristiwa ini dilaporkan dan menandai berakhirnya operasi penyadapan pada lokasi tersebut.
Penangkapan Ronald Pelton dan Pengungkapan Kasus pada 1985
Kebocoran informasi tidak langsung diikuti penangkapan Pelton. Penyelidikan baru mengarah kepadanya setelah Vitaly Yurchenko, seorang perwira KGB yang membelot ke Amerika Serikat pada 1985, memberikan informasi kepada pihak Amerika. Yurchenko kembali ke Uni Soviet pada tahun yang sama.
Informasi dari Yurchenko membantu FBI mengidentifikasi Pelton sebagai sumber kebocoran. Pada 24 November 1985, FBI menangkapnya.
Pada Juni 1986, juri federal menyatakan Pelton bersalah atas empat dari lima dakwaan dalam perkara spionase yang dihadapinya.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan pengungkapan operasi intelijen AS yang sangat rahasia.
Perangkat Penyadap Operation Ivy Bells di Moskow
Pada 1992, Norman Polmar melaporkan pernah melihat salah satu perangkat penyadap Operation Ivy Bells dipamerkan di kompleks Lubyanka, Moskow.
Kompleks tersebut dikenal memiliki hubungan dengan badan keamanan Soviet dan Rusia.
Kesaksian Polmar menjadi salah satu catatan sejarah mengenai keberadaan perangkat yang digunakan dalam operasi tersebut.
Namun, pengamatan itu tidak menjelaskan secara lengkap bagaimana perangkat diambil dari dasar laut, dipindahkan, atau dipamerkan. [BP]
Ingin mengetahui lebih banyak peristiwa bersejarah yang jarang dibahas? Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I





