Lukisan Dante Gabriel Rossetti menggambarkan Bagaimana Mereka Bertemu Dirinya Sendiri, menggunakan cat air pada 1864. (Wikipedia)

Bayangkan suatu hari anda berjalan di keramaian, lalu tanpa sengaja melihat seseorang yang tampak persis seperti anda, dari wajah, postur tubuh, hingga ekspresi yang begitu familiar. Seolah-olah anda sedang bercermin, tetapi tanpa cermin. Apakah ini hanya kebetulan langka, atau ada sesuatu yang lebih misterius di balik fenomena ini?

Doppelganger, istilah yang berasal dari bahasa Jerman, sering dikaitkan dengan mitos dan cerita rakyat yang menyeramkan. Dalam banyak kebudayaan, kemunculan “kembaran” ini dipercaya sebagai pertanda buruk, bahkan ada yang menganggapnya sebagai bayangan dari dunia lain. Namun, bagaimana sains melihat fenomena ini? Apakah benar ada dimensi lain yang memungkinkan seseorang memiliki versi dirinya yang lain?

Mari kita telusuri lebih dalam tentang misteri doppelganger—fenomena yang telah menghantui banyak tokoh terkenal dan tetap menjadi teka-teki hingga kini.

Doppelganger: Kembaran Misterius

Dilansir dari mythology.net, istilah doppelganger berasal dari bahasa Jerman yang berarti “orang yang berjalan berdua”. Dalam mitologi dan cerita rakyat, doppelganger sering digambarkan sebagai sosok kembaran yang membawa malapetaka. Melihat doppelganger sendiri konon menjadi pertanda penyakit atau bahkan kematian. Namun, dalam konteks modern, istilah ini juga digunakan untuk menyebut seseorang yang memiliki kemiripan luar biasa dengan orang lain tanpa adanya hubungan darah.

Legenda tentang doppelganger telah ada selama ribuan tahun dan muncul dalam berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Dalam kepercayaan Mesir Kuno, terdapat konsep ka, roh kembaran seseorang yang memiliki ingatan dan kesadaran yang sama. Dalam versi Mesir dari Perang Troya, Helen digantikan oleh ka-nya sehingga perang bisa dihindari.

Mitologi Nordik juga memiliki cerita tentang roh yang meniru tindakan seseorang sebelum ia melakukannya. Beberapa kisah bahkan menyebutkan bahwa roh ini memiliki suara dan aroma yang sama dengan orang yang ditirunya. Sementara itu, dalam dongeng Skotlandia dari Kepulauan Orkney, terdapat kisah makhluk peri yang menculik bayi manusia dan menggantikannya dengan replika yang tampak identik, tetapi perlahan-lahan menjadi lemah dan sakit.

Di Amerika, suku Hopi percaya pada konsep dualitas, di mana dunia orang hidup memiliki cerminan di akhirat. Mereka meyakini keberadaan saudara kembar spiritual bernama Anak Air dan Anak Matahari yang melambangkan keseimbangan antara dua dunia tersebut.

Pertemuan Nyata dengan Doppelganger

Sepanjang sejarah, beberapa tokoh terkenal mengaku pernah mengalami pertemuan dengan kembaran misterius mereka. Abraham Lincoln, misalnya, mengaku pernah melihat bayangan dirinya di cermin dengan wajah yang tampak lebih pucat dan lemah. Istrinya percaya bahwa ini adalah pertanda bahwa ia akan menyelesaikan masa jabatan pertamanya tetapi tidak yang kedua—dan ramalan itu terbukti benar.

Kisah lain datang dari Johann Wolfgang von Goethe, yang mengalami kejadian aneh saat bertemu dengan kembarannya yang mengenakan setelan abu-abu berhias emas. Anehnya, delapan tahun kemudian, ia mendapati dirinya mengenakan pakaian yang sama persis saat melewati jalan yang sama.

Catherine yang Agung, Kaisarina Rusia, diceritakan pernah melihat kembarannya sendiri duduk di atas takhta, padahal dirinya sedang berada di tempat tidur. Ia bahkan memerintahkan pengawalnya untuk menembak sosok tersebut, dan tak lama setelah itu, ia meninggal dunia.

Sementara itu, Emilie Sagée, seorang guru abad ke-19, mengalami fenomena aneh ketika murid-muridnya melihat bayangan dirinya muncul di kelas, meniru gerakannya. Bahkan, doppelganger ini terlihat di tempat lain pada saat yang bersamaan. Murid-murid yang mencoba menyentuhnya merasakan sensasi seperti melewati sesuatu yang padat tetapi tidak sepenuhnya nyata.

Fenomena ini telah lama menjadi inspirasi dalam dunia seni dan sastra. Seniman Dante Gabriel Rossetti, misalnya, melukis How They Met Themselves, yang menggambarkan sepasang kekasih bertemu dengan kembaran mereka di hutan.

Edgar Allan Poe juga menulis cerita pendek William Wilson, yang berkisah tentang seorang pria yang dihantui oleh doppelganger-nya yang selalu berusaha mencegahnya melakukan kejahatan. Bahkan, Guy de Maupassant, seorang penulis Prancis, mengaku bahwa cerita pendeknya La Horla didiktekan oleh doppelganger-nya sendiri. Tak lama setelah itu, ia mengalami gangguan mental dan meninggal dunia.

Penjelasan Ilmiah vs Teori Paranormal

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, fenomena doppelganger mulai dianalisis secara ilmiah. Beberapa ahli berpendapat bahwa gangguan neurologis seperti skizofrenia atau epilepsi dapat menyebabkan seseorang mengalami halusinasi melihat dirinya sendiri. Selain itu, fenomena heautoskopi, yaitu pengalaman melihat diri sendiri dari kejauhan, sering dikaitkan dengan cedera otak atau gangguan psikis.

Namun, teori dunia paralel menawarkan kemungkinan lain. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa ada versi lain dari diri kita yang mungkin eksis di dimensi berbeda, dan dalam kondisi tertentu, kita bisa melihat mereka. Apakah ini berarti bahwa doppelganger adalah wujud dari diri kita yang lain di alam semesta paralel?

Apakah doppelganger hanyalah mitos atau pertanda dari dunia lain? Jawabannya mungkin tergantung pada keyakinan masing-masing. Namun, jika suatu hari Anda bertemu seseorang yang tampak identik dengan Anda, mungkin itu hanya kebetulan—atau mungkin sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan. [UN]