Jakarta — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) yang baru dilantik, Arrmanatha Nasir, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Komitmen ini disampaikan dalam jumpa pers perdananya usai resmi menjabat.
”Ke depan, pelindungan WNI tetap menjadi salah satu prioritas utama, dengan respons krisis yang lebih sigap dan layanan digital yang terintegrasi,” kata Arrmanatha yang akrab disapa Tata kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Kemlu, Jakarta, Senin (11/10/2026).
Tata mengungkapkan bahwa Kemlu RI sejak tahun 2024 telah berhasil menyelesaikan sebanyak 124.000 kasus yang melibatkan WNI di luar negeri.
Menurutnya, perlindungan WNI merupakan bagian integral dari ketahanan nasional serta bentuk nyata kehadiran negara bagi seluruh warganya, di mana pun mereka berada.
”Di balik setiap angka itu, ada keluarga yang menunggu, menunggu kabar, dan orang tua yang ingin anaknya pulang dengan selamat,” ungkapnya.
Arrmanatha Nasir resmi menjabat sebagai Menlu RI setelah menandatangani berita acara serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Pancasila, Jakarta.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini menggantikan Sugiono yang kini ditunjuk untuk mengemban tugas baru sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Usai penandatanganan berita acara sertijab, suasana hangat terlihat ketika Sugiono dan Armanatha saling bersalaman serta berpelukan sebagai tanda peralihan kepemimpinan. [IQT]





