Pendiri dan Pemimpin Umum Suluh Indonesia, Emir Moeis (kiri) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Pendiri dan Pemimpin Umum Suluh Indonesia, Emir Moeis (kiri) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Media legendaris pada dekade 1950-an dan 1960-an, yang merupakan media kaum nasionalis di Tanah Air, Suluh Indonesia, kini hadir kembali di tengah bangsa Indonesia. Adalah Doktor Izedrik Emir Moeis yang memprakarsai dan mendirikan Suluh Indonesia sekarang ini. Emir Moeis adalah putra dari Inche Abdoel Moeis, seorang tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI) yang menjadi pengurus yayasan penerbit surat kabarSuluh Indonesia, yang terbit pertama kali di Jakarta pada 1 Oktober 1953. Inche Abdoel Moeis adalah Gubernur Pertama Kalimantan Timur dan pernah menjadi anggota parlemen dari Fraksi PNI.

Awalnya, Suluh Indonesia atau kemudian dikenal sebagai koran Sulindo terbit setiap pecan. Koran ini memang berhaluan ke PNI, namun bukan merupakan organ resmi partai tersebut.

Kini, pada tahun 2016, Suluh Indonesia kembali diterbitkan dalam bentuk media online dengan alamat koransulindo.com dan juga dalam bentuk media cetak berupa tablod dua minggguan. “Suluh Indonesia kini secara resmi juga tidak berafiliasi ke partai politik mana pun. Kehadiran Suluh Indonesia kini lebih dimaksudkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali nasionalisme bangsa Indonesia di tengah kecenderungan mengerasnya politik identitas di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir,” kata Emir Moeis.

Nasionalisme yang diusung Suluh Indonesia, lanjut Emir, bukanlah nasionalisme yang bercorak chauvinistis. “Bukan pula nasionalisme yang dipasung dengan dalam kerangkeng politik praktis. Nasionalisme yang disuarakan Suluh Indonesia adalah nasionalisme yang berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila untuk mempererat kesatuan bangsa. Itu sebabnya, moto atau tagline yang digunakan oleh Suluh Indonesia kini pun tetap sama dengan yang digunakan ketika pertama kali terbit, yakni ‘Untuk Kesatuan Rakyat dan Bangsa’,” tutur Emir Moeis lagi.

Diungkapkan pula oleh Emir, penerbitan kembali Suluh Indonesia telah direstui oleh putri Bung Karno yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan dan Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. “Ibu Mega sangat senang waktu saya berita tahu Suluh Indonesia terbit kembali. Saya memberi tahu Ibu waktu beliau ulang tahun, 23 Januari 2016 lalu, dan beliau merestui penerbitan Suluh Indonesia,” ujar Emir. Suluh Indonesia dalam bentuk online, koransulindo.com pertama kali ditayangkan memang tanggal 23 Januari 2016, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Megawati Soekarnoputri, perempuan pertama Presiden Republik Indonesia. [PUR]