Kelangkaan BBM di Jember, Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU

Antrian warga yang hendak mengisi BBM di Jember. (Foto: Sulindo/Ulfa Nurfauziah)

Antrean panjang kendaraan terjadi di berbagai SPBU di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir. Warga harus menunggu hingga lebih dari satu jam untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), menyusul gangguan distribusi pasokan ke wilayah tersebut.

Situasi ini merupakan imbas dari penutupan jalur nasional di kawasan Gumitir, Kecamatan Silo, yang selama ini menjadi akses utama pengiriman BBM dari depo Pertamina Ketapang di Banyuwangi ke wilayah Jember. Penutupan jalur tersebut memaksa distribusi dialihkan melalui jalur lain yang lebih jauh, yakni dari depo Pertamina di Surabaya dan Malang.

Perubahan rute distribusi ini berdampak pada waktu tempuh yang lebih lama, sehingga pasokan BBM menjadi tersendat dan tidak secepat biasanya. Akibatnya, sejumlah SPBU di Jember mulai mengalami krisis pasokan, terutama untuk jenis Pertalite dan Bio Solar.

Jember sendiri memiliki 41 SPBU aktif yang secara rutin membutuhkan 700 hingga 800 kiloliter BBM per hari. Dengan tersendatnya distribusi, sejumlah titik di wilayah ini mulai mengalami kekurangan pasokan, menyebabkan gangguan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah warga mengeluhkan lamanya antrean di SPBU. Iqlima, salah seorang konsumen BBM yang mengalami antrean panjang pada 28 Juli 2025, mengungkapkan bahwa ia sempat mengantre sekitar 40 menit di SPBU Mangli, meskipun saat itu pasokan BBM belum tersedia. “Antrean sudah padat meskipun tangki belum diisi,” ujarnya. Sementara itu, di SPBU Gajah Mada, antrean bahkan mencapai lebih dari dua jam. “Antrean motor memanjang hingga masuk ke gang-gang, sedangkan antrean mobil mencapai kawasan depan Masjid Raudhatul,” tambahnya.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama PT Pertamina (Persero) menyatakan tengah fokus mengatasi persoalan distribusi BBM dan elpiji yang tersendat akibat penutupan jalan nasional di jalur Gumitir. Langkah koordinatif dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

“Kami menyadari dan memantau dengan serius kondisi kepadatan antrean serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU),” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait, seperti dikutip dari Antara Jatim.

Pihak Pertamina sendiri telah mengambil langkah darurat dengan mengupayakan tambahan pasokan dari depo-depo lain guna menjaga suplai BBM di SPBU yang masih beroperasi.

Hingga saat ini, penyaluran BBM ke Jember masih mengalami hambatan akibat penutupan jalur Gumitir, dan belum ada informasi resmi terkait pembukaan kembali akses tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi bisa berjalan lebih merata.
[UN]