Karun Arya: Uber Ingin Berdayakan Masyarakat Indonesia

Karun Arya: Uber Ingin Berdayakan Masyarakat Indonesia

Sulindomedia – Uber, sebuah platform aplikasi yang menghubungkan pengemudi dan pengguna, kehadirannya semakin diminati khalayak. Terutama di kota besar, keberadaan Uber ibarat bola salju yang menggelinding, pangsa pasarnya terus membesar. Keberadaannya di Indonesia membuka lapangan pekerjaan baru. Namun, Uber sukses menggarap pasar di Indonesia di tengah kontroversi, dari soal perizinan hingga penolakan para operator taksi dan angkutan umum konvensional.

Bagaimana rencana ke depan Uber di Indonesia, wartawan Suluh Indonesia Arief Setiawan mencoba menggali lebih dalam melalui wawancara eksklusif dengan Karun Arya, Communications Lead Uber South Asia and India. Berikut petikan wawancaranya.

Jumlah pengemudi Uber di Indonesia sekarang ini?

Saat ini Uber beroperasi di tiga kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, dan Bali. Hingga saat ini, secara total, terdapat lebih dari 10,000 pengemudi di tiga kota tersebut. Negara-negara seperti Singapura, Filipina, Singapura, dan Indonesia cukup besar penggunanya.

Bagaimana dengan tantangan di Indonesia?

Kita semua tahu bentuk tantangan seperti apa yang kami hadapi di Indonesia. Namun, yang penting bagi kami adalah berpikir ke depan. Tantangan utama adalah bagaimana mengedukasi banyak orang mengenai bagaimana sebenarnya Uber tersebut.

Mengapa Uber tidak mempekerjakan pengemudi sebagai karyawan?

Pengemudi adalah mitra independen. Jika kami memperkerjakan mereka berarti kami yang mengatur kapan mereka harus mengemudi, berapa banyak yang harus mereka hasilkan, dan keuntungan apa yang bisa mereka miliki. Namun, sebagai mitra independen, mereka adalah “bos” bagi diri mereka sendiri. Mereka memiliki fleksibilitas dalam menentukan kapan mereka mengemudi, berapa jumlah pendapatan yang mereka harus hasilkan. Karena, tujuan utama Uber  adalah memberikan mereka kesempatan untuk menjadi bos untuk dirinya sendiri, memiliki fleksibilitas waktu, serta memberikan ruang lebih untuk terbentuknya kewirausahaan di Indonesia.

Apakah hal tersebut sebagai strategi Uber membesarkan pasar di Indonesia?

Tentu saja. Itulah bagian upaya kami untuk memberdayakan masyarakat. Sebagai contoh, Anda sebagai jurnalis dituntut dengan target serta deadline tertentu. Di Uber, itu tidak terjadi. Terdapat fleksibilitas dan independensi. Semuanya tergantung pada Anda sendiri. Andalah yang menentukan kapan Anda akan melakukannya dan berapa banyak yang harus Anda dapatkan. Dengan fleksibilitas tersebut  banyak dari pengemudi yang masih dapat menyambi di sela-sela pekerjaan utamanya dan banyak yang akhirnya memutuskan mengemudi secara penuh menggunakan layanan Uber.

Kalau begitu, berapa target jumlah pengemudi mitra Uber ke depan?

Saat ini, kami berhasil menciptakan kesempatan ekonomi kepada lebih dari sepuluh ribu pengemudi. Jadi, katakanlah untuk satu atau satu setengah tahun ke depan, sekitar pertengahan tahun 2017, kami berkeinginan melipatgandakannya menjadi sepuluh kali lipat atau menjadi sekitar seratus ribu pengemudi. Itu adalah jumlah yang besar, bukan? Coba bayangkan, sebagai perbandingan, adakah pabrik di Jakarta yang mampu memberikan kesempatan ekonomi kepada ratusan ribu orang seperti itu?

Adakah target lain dari Uber?

Target selanjutnya, kami berkeinginan memperluas jangkauan kota lainnya di Indonesia, tempat Uber akan beroperasi. Yang jelas, selanjutnya, kami berkeinginan memperluas jangkauan ke kota-kota besar di Indonesia. Namun, kami tidak dapat memberikan definisi tepat mengenai waktunya.  Kami juga tetap memperluas kesempatan ekonomi di tiga kota tempat kami beroperasi.

Bagaimana cara Uber memperluas jangkauan kota di Indonesia?

Pertama, kami melihat apakah ada permintaan di kota-kota tersebut. Kami mengidentifikasi seberapa banyak permintaan akan aplikasi Uber di sebuah kota. Dari mana kami tahu? Kami mengetahuinya tentu saja karena ini adalah aplikasi teknologi yang kami miliki. Kami punya teknologi untuk mengidentifikasi hal tersebut. Semuanya dilihat dari permintaan pada peta, map. Setiap kali permintaan muncul, akan ada titik-titik, dot, pada peta tersebut. Hal tersebut yang menjadi indikasi kuat kami untuk melihat sebesar besar permintaan di kota tersebut.

Apa langkah selanjutnya?

Kami melakukan riset mendalam di lapangan, membangun jaringan, networking, mengidentifikasi siapa sajakah yang dapat kami rangkul sebagai mitra, seberapa banyak permintaan ril akan hadirnya Uber di kota tersebut. Kami melihat juga seberapa besar peluang potensi ekonomi yang dapat kami peroleh, berapakah tarif transportasi umum di kota tersebut. Kemudian, kami juga mencoba mengidentifikasi  kesenjangan (yang dapat Uber masuki dalam hal penyediaan sarana transportasi yang baik, aman, terpercaya, dan juga aman.

Bagaimana soal perizinan? 

Kami tengah dalam proses untuk mendapatkan perizinan penanaman modal asing dari Badan Koordinasi Penanaman Modal, BKPM.  Semuanya berjalan dengan baik dan saat ini kami tengah terus menjalankan koordinasi yang intens dengan BKPM dalam menuntaskan semua persyaratan yang diperlukan.

Bagaimana dengan pendapat publik yang mengatakan Uber adalah ilegal?

Sayangnya kami tidak merasa demikian. Karena, masukan dan juga respons yang kami peroleh dari publik di Indonesia menunjukkan sebaliknya.

Bagaimana dengan revenue?

Tidak. Saat ini kami dalam periode investasi sehingga kami tidak mengambil keuntungan sama sekali.

Kapan Uber berencana mengambil keuntungan?

Mohon maaf, kami tidak dapat memberikan informasi mengenai hal tersebut. Semuanya tergantung pada sejauh mana kami dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk membentuk peraturan baru yang sesuai dan tepat. Dengan demikian ini akan membentuk kejelasan regulasi-regulasi yang tepat dan sesuai, baik bagi kami maupun juga mitra pengemudi kami. Karena, saat ini tidak adanya hukum yang tepat dan sesuai dengan eksistensi kami sebagai perusahaan teknologi.

Ke depannya Uber ingin seperti apa?

Terus memainkan peran yang penting sebagai penyedia layanan berkendara terdepan bagi kaum urban di Indonesia. Menjadi penyedia bagi lansekap teknologi di Indonesia,technology landscape, sekaligus  menjadi bagian penting dari kota-kota di Indonesia dalam upayanya menjadi kota cerdas.

Apakah Uber ke depan juga akan garap ojek motor?

Saat ini dan dalam jangka waktu dekat, fokus layanan kami berfokus pada mobil sesuaicore business Uber. [PUR]