Jokowi: Kejar Pelaku dan Tumpas Sampai Akar-Akarnya

Jokowi: Kejar Pelaku dan Tumpas Sampai Akar-Akarnya

Koran Sulindo – Presiden Joko Widodo memerintahkan agar seluruh pelaku penembakan yang menewaskan pekerja pembangunan Trans Papua ditangkap sekaligus dtumpas hingga ke akar-akar.

Perintah tegas itu disampaikan Presiden Jokowi kepada Panglima TNI dan Kapolri.

“Saya juga telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab dan tidak berperikemanusian tersebut,” kata Presiden dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Jokowi menyebut aksi penembakan pada para pekerja proyek jembatan di Trans Papua sebagai tindakan biadab.  “Kita akan tumpas mereka sampai akar-akarnya.”

Ia juga menyampaikan dirinya telah menerima laporan terbaru dari Panglima TNI mengenai penembakan oleh kelompok bersenjata di Papua tersebut.

“Saya telah mendapatkan laporan terbaru dari Panglima TNI yang saat ini sudah berada di Papua dan Kapolri mengenai dugaan penyerangan dengan penembakan,” kata Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan peristiwa itu tak membuat takut bangsa ini untuk terus melanjutkan pembangunan di Papua.

Peristiwa itu justru membuat tekadnya makin membara untuk melanjutkan tugas besar membangun tanah Papua sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Indonesia. Dan kita tidak akan pernah takut,” kata Jokowi.

Jokowi juga menceritakan bagaimana sulitnya keadaan untuk membangun di Papua.

“Medannya sangat sulit. Geografisnya, cuacanya, ketinggian 3.000 sampai 4.000 meter di atas permukaan laut seperti yang kita lihat dari Wamena ke Mamugu 278 Km, itu ketinggian di atas 3.000, membawa alat beratnya saja pakai helikopter, membawa aspalnya juga pakai helikopter,” kata dia.

Jokowi berharap masyarakat bagaimana kesulitan pembangunan di Papua yang sangat berbeda dengan di Pulau Jawa.

“Pembangunan yang sangat sulit seperti itu yang harus diketahui oleh masyarakat. Sangat berbeda sekali dengan di Pulau Jawa. Di Papua, alamnya sangat sulit, kemudian ada sisi keamanan di titik tertentu, alamnya sangat sulit,” kata dia.

Dalam kesempatan itu presiden tak lupa juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada seluruh keluarga pekerja yang tewas dalam insiden penembakan itu. Ia mengajak seluruh bangsa untuk mendoakan arwah para pekerja itu diterima di sisi-Nya.

“Untuk itu… saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara… menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” kata Jokowi.

“Mari kita bersama-sama mendoakan agar arwah para pahlawan pembangunan Trans Papua tersebut diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.”

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah perintah untuk melakukan pengejaran habis-habisan hingga pelaku penembakan ditemukan sudah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera dilakukan satu pengejaran yang habis-habisan supaya tidak terulang lagi,” kata Wiranto di kantornya, Selasa (4/12).

Wiranto mengaku geram dengan aksi pembunuhan karena para pekerja justru tengah melakukan pekerjaan yang mulia yakni membangun infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat di Papua.

“Artinya apa? Artinya mereka itu sudah berbakti, berjuang, bekerja untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua lalu ditembakin, dibunuh, ini tentu satu hal yang sangat tidak terpuji,” kata dia.

Menurut Wiranto, penembakan itu jelas dimaksudkan untuk membuat takut agar pembangunan tidak berjalan. Aksi ini justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri.

Ia menegaskan bahwa tindakan kelompok kriminal itu tak akan memberikan pengaruh pada pembangunan di Papua. Pembangunan akan tetap berjalan karena untuk kesejahteraan masyarakat di Timur Indonesia.

“Pembangunan inikan untuk kesejahteraan masyarakat Papua, pembangunan itu menghubungkan urat-urat nadi transportasi, urat nadi komunikasi, untuk menyatukan Indonesia, memberikan kesejahteraan kepada orang-orang yang ada di daerah pinggiran,” kata Wiranto.[TGU]