Menjelang perayaan Idulfitri 2026, dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat. Di tengah meningkatnya aktivitas belanja, harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional mulai merangkak naik, seperti yang terjadi di Pasar Cikijing.
Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pedagang. Budi (40), salah seorang pedagang sayuran di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa lonjakan harga sudah mulai terjadi beberapa hari menjelang Lebaran. Menurutnya, hampir seluruh jenis sayuran mengalami kenaikan dengan rata-rata sebesar Rp10.000 per kilogram.
Ia merinci, harga bawang merah dan bawang putih kini sama-sama menyentuh angka Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, tomat dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp90.000, kini naik menjadi Rp100.000 per kilogram.
“Menjelang Lebaran memang biasanya harga naik. Sekarang rata-rata naik sekitar sepuluh ribu,” ujar Budi saat ditemui di lapaknya.
Tidak hanya sayuran, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging yang menjadi bahan utama hidangan Lebaran. Berdasarkan pantauan pada Maret 2026, harga daging sapi murni berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam broiler juga mengalami kenaikan, yakni berkisar antara Rp39.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Meski terjadi lonjakan harga pada berbagai komoditas, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berbelanja. Suasana pasar tetap ramai dipadati pembeli yang berburu kebutuhan dapur untuk persiapan hari raya. Budi mengaku, kenaikan harga tidak terlalu berdampak pada jumlah pembeli yang datang.
“Meskipun harga naik, tapi pembeli tetap ada,” ungkapnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan harga bahan pangan menjelang Lebaran masih menjadi pola yang berulang setiap tahun. Di tengah tekanan harga, daya beli masyarakat tetap terjaga, seiring tingginya kebutuhan konsumsi rumah tangga untuk menyambut hari raya. Pemerintah pun diharapkan dapat terus memantau stabilitas pasokan dan harga, guna menjaga keseimbangan pasar serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. [UN]