Potret Dubrovnik di Kroasia. (commons.wikimedia.org/Falk2)

Setiap tanggal 25 Juni, rakyat Kroasia memperingati salah satu tonggak terpenting dalam sejarah mereka Hari Kemerdekaan, atau yang dikenal sebagai Dan neovisnosti.

Tanggal ini menjadi simbol kebangkitan nasional ketika pada tahun 1991, Kroasia secara resmi menyatakan niatnya untuk memisahkan diri dari Republik Federal Sosialis Yugoslavia. Momen tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang dan penuh tantangan menuju status sebagai negara merdeka.

Namun, tahukah Anda bahwa perayaan Hari Kemerdekaan Kroasia sempat mengalami perubahan tanggal? Pada awalnya, hari penting ini diperingati setiap 8 Oktober, yakni hari ketika deklarasi kemerdekaan mulai diberlakukan pada tahun 1991.

Mengutip laman National Today, tanggal tersebut bahkan sempat dijadikan hari libur nasional oleh Pemerintah Ivica Racan pada tahun 2002 dan menetapkan 25 Juni sebagai Hari Kenegaraan. Tetapi, dalam keputusan yang diambil Parlemen Kroasia pada 14 November 2019, Hari Kemerdekaan dikembalikan ke tanggal 25 Juni, sementara 8 Oktober kini diperingati sebagai Hari Parlemen Kroasia. Meski kini tidak lagi berstatus sebagai hari libur nasional, Hari Kemerdekaan tetap diperingati dengan khidmat dan penuh makna.

Jejak Sejarah Panjang Bangsa Kroasia

Jauh sebelum masa modern, wilayah yang kini dikenal sebagai Kroasia telah menjadi bagian dari berbagai peradaban besar. Sejarahnya dapat ditelusuri hingga tahun 9 M, ketika sebagian wilayah Kroasia diserap ke dalam Kekaisaran Romawi.

Dari sanalah muncul sosok penting seperti Kaisar Diocletian, penguasa Romawi pertama yang berasal dari wilayah ini. Istana Diocletian yang dibangun di kota Split kemudian menjadi kediamannya saat pensiun dan bahkan menjadi tempat perlindungan bagi Julius Nepos, kaisar Romawi Barat terakhir.

Antara abad keenam hingga kesembilan, bangsa Kroasia mulai memasuki provinsi Dalmatia yang sebelumnya dikuasai Romawi. Mereka mendirikan Kadipaten Kroasia, cikal bakal negara Kroasia modern.

Pada masa inilah pula, bangsa Kroasia mulai memeluk agama Kristen. Paus Yohanes VIII mencatat sejarah pada 7 Juni 879 dengan mengakui Adipati Branimir sebagai penguasa sah Kroasia—momen yang dianggap sebagai legitimasi awal berdirinya Kroasia sebagai entitas politik yang terpisah.

Tahun 925 menjadi titik emas dalam sejarah Kroasia, ketika Tomislav dinobatkan sebagai raja pertama Kroasia. Di bawah kepemimpinannya, negara ini memasuki masa kejayaan yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Kroasia.

Sayangnya, masa keemasan ini tidak berlangsung lama. Pada tahun 1102, Kroasia diserap ke dalam kekaisaran Hongaria. Meskipun tetap mempertahankan otonomi internalnya, penguasa Kroasia (dikenal sebagai Ban) mulai ditunjuk langsung oleh Raja Hongaria.

Dari Kerajaan ke Yugoslavia

Setelah berakhirnya Perang Dunia I, Kroasia bersama dengan wilayah-wilayah lain membentuk Negara-negara Slovenia, Kroasia, dan Serbia pada tahun 1918. Entitas ini kemudian menjadi Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia pada 4 Desember 1918.

Namun, konstitusi baru yang disahkan pada tahun 1921 menjadikan kerajaan tersebut sebagai negara kesatuan, sehingga Kroasia kembali kehilangan kedaulatannya. Nama kerajaan pun berubah menjadi Yugoslavia pada tahun 1931 di bawah pemerintahan Raja Alexander.

Setelah Perang Dunia II, Kroasia kembali menjadi bagian dari Yugoslavia, kali ini sebagai republik dalam sistem federal yang dibentuk di bawah rezim komunis. Namun, benih-benih nasionalisme tetap tumbuh.

Dan akhirnya, pada 25 Juni 1991, Kroasia secara resmi mendeklarasikan kemerdekaannya. Proklamasi ini disusul dengan ketegangan yang memuncak menjadi perang bersenjata dengan Serbia, berlangsung hingga Agustus 1995. Meski menyakitkan, perang tersebut berakhir dengan kemenangan Kroasia dan memperkuat posisi negara itu sebagai negara berdaulat.

Pada tahun 2002, Pemerintah Ivica Racan memindahkan Hari Kemerdekaan Kroasia ke tanggal 8 Oktober, dan tanggal 25 Juni dikenal sebagai Hari Kenegaraan. Namun, pada tanggal 14 November 2019, Parlemen Kroasia memindahkan Hari Kemerdekaan Kroasia kembali ke tanggal 25 Juni, dan tanggal 8 Oktober menjadi Hari Parlemen Kroasia.

Pesona Kroasia

Selain kaya akan sejarah, Kroasia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan garis pantai paling menawan di Eropa. Namun tak banyak yang tahu bahwa negara ini memiliki lebih dari 1.200 pulau dan pulau kecil yang tersebar di sepanjang Laut Adriatik. Menurut data dari Croatian National Tourist Board, hanya sekitar 48 pulau yang berpenghuni, sementara sisanya tetap alami dan belum dijamah pembangunan, menjadikannya surga tersembunyi bagi para pencinta laut, penyelam, dan pencari ketenangan.

Beberapa pulau paling terkenal—seperti Hvar, Brač, dan Korčula—memiliki kombinasi memikat antara pantai berpasir putih, laut biru toska, dan desa-desa tradisional yang tetap lestari. Pulau-pulau ini kerap menjadi destinasi favorit para selebritas Eropa, tidak hanya karena keindahannya, tetapi juga karena suasananya yang eksklusif dan tenang. Kroasia menawarkan suasana Mediterania yang santai, cocok untuk mereka yang ingin melepas penat dari kesibukan kota-kota besar.

Dubrovnik

Salah satu ikon terbesar Kroasia adalah kota tua Dubrovnik. Terletak di pesisir selatan, kota ini dikelilingi benteng batu besar dan langsung menghadap Laut Adriatik yang jernih. Keindahan arsitektur dan lanskap Dubrovnik membuat kota ini dijuluki “Pearl of the Adriatic” atau Mutiara Adriatik. Pada tahun 1979, UNESCO menetapkan Dubrovnik sebagai Situs Warisan Dunia, menjadikannya magnet wisata dunia yang kaya akan sejarah dan estetika.

Dilansir dari UNESCO World Heritage Centre, kota ini mempertahankan struktur bangunan bergaya Baroque, jalanan batu kapur yang halus, dan tata kota abad pertengahan yang masih utuh. Tak hanya sebagai daya tarik sejarah, Dubrovnik juga dikenal sebagai lokasi syuting untuk kota fiktif King’s Landing dalam serial terkenal Game of Thrones.

Pengunjung dapat menyusuri benteng kota sambil menikmati pemandangan laut biru yang terlihat dari setiap sudut—sebuah pengalaman visual dan emosional yang memikat.

Suasana klasik yang dijaga rapi membuat Dubrovnik terasa seperti mesin waktu yang membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Kombinasi arsitektur bersejarah, budaya lokal yang kaya, dan panorama laut Adriatik yang luar biasa menjadikan kota ini sebagai salah satu destinasi wisata paling menarik di Eropa Timur.

Sebagai salah satu negara termuda di dunia, Kroasia adalah contoh nyata bahwa perjuangan dan sejarah panjang dapat berpadu dengan keindahan alam dan budaya yang memukau. Hari Kemerdekaan bukan sekadar momen seremonial, melainkan refleksi atas identitas nasional yang dibangun melalui perjuangan, keteguhan, dan cinta tanah air.

Dari istana Romawi di Split, kerajaan Kroasia di bawah Raja Tomislav, hingga garis pantai Adriatik yang memikat dunia, Kroasia adalah negeri yang merdeka dalam sejarah dan eksklusif dalam pesona. Setiap tanggal 25 Juni, Kroasia tidak hanya mengenang kemerdekaannya, tetapi juga mempersembahkan dirinya sebagai destinasi dunia yang sarat nilai dan keindahan. [UN]