TAHUN BARU IMLEK atau Festival Musim Semi pertama kali dirayakan sekitar 3.500 tahun yang lalu. Menurut legenda, adalah seekor makhluk raksasa dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin. 

Makhluk ini disebut Nian dan dipercaya dapat memakan hasil panen, binatang ternak, tanaman, dan bahkan orang-orang pada malam pergantian tahun baru. Kemudian timbul kepercayaan masyarakat Tionghoa untuk menyediakan makanan di depan rumah mereka dengan tujuan untuk mengecoh Nian agar tidak menyerang orang-orang. Terdapat juga mitos yang berkembang dalam masyarakat Tionghoa untuk menyalakan petasan dan menggunakan perlengkapan serba berwarna merah, karena Nian takut akan itu.

Penanggalan resmi yang dipakai oleh China sejak Dinasti Shang  (Tahun 1600 ~ 1046 Sebelum Masehi) adalah penanggalan menurut perhitungan perubahan bentuk bulan dimana saat tidak terlihat bulan dihitung sebagai hari pertama pada bulan tersebut atau disebut dengan bulan muda. 1 (Satu) tahun dibagi menjadi 12 (dua belas) bulan.  Penanggalannya ini didasarkan pada siklus bulan dan matahari dan umumnya 21–51 hari di belakang kalender Gregorian.

Tahun Baru Imlek sebenarnya merupakan hari raya yang berkaitan dengan tibanya musim semi yang juga merupakan musim yang paling disenangi dan musim yang paling tepat untuk melakukan penanaman bibit-bibit pertanian pangan seperti Padi, Jagung, kacang-kacangan dan gandum. Setiap orang mengharapkan dan berdoa supaya hasil panen pada tahun yang baru ini dapat berlimpah ruah sehingga munculah ritual-ritual atau pun perayaan-perayaan khas Tahun Baru Imlek.

Tradisi

Dalam menyambut kedatangan Tahun Baru Imlek ini, 10 hari sebelumnya setiap keluarga sudah mulai melakukan persiapan-persiapan seperti membeli pakaian baru, makanan dan pernak-pernik perlengkapan Tahun Baru Imlek.

Biasanya mulai tanggal 23 bulan 12 imlek yang disebut juga dengan “Lak Yue” setiap keluarga mulai membersihkan rumahnya, melakukan perbaikan dan pengecatan ulang agar rumahnya terlihat baru dan indah.

Tahun baru Imlek juga merupakan hari berkumpulnya atau reuni sanak keluarga, bagi anggota keluarga yang bekerja ke kota lain akan pulang dan makan bersama pada malam sebelum Tahun Baru Imlek tepatnya pada  malam tanggal 30 bulan 12 di  tahun lama atau sering disebut juga dengan “chu xi”. Di mana pada malam pergantian tahun lama dan tahun baru ini, anggota keluarga berkumpul bersama dan saling berbagi menikmati suasana kebahagiaan kekeluargaan serta bersama-sama menunggu kedatangan Tahun Baru yang berbahagia dan penuh harapan ini. Begitu Jarum Jam menunjukkan 00.00, semuanya saling mengatakan kata-kata yang memiliki arti penuh harapan.

Warna Merah adalah warna yang sangat identik dengan Tahun Baru Imlek, karena menurut orang Tionghoa, Warna Merah merupakan warna kebahagiaan, semangat, dan Warna yang dapat membawa keberuntungan (Hoki).  Tidak heran, saat Tahun Baru Imlek banyak yang memakai Pakaian warna Merah,  Angpao dan pernak-pernik Tahun Baru Imlek juga hampir semuanya berwarna Merah.

Di Asia Tenggara (Indonesia, Singapore dan Malaysia), Suasana Tahun Baru sangat terasa saat memasuki bulan ke-12 penanggalan Imlek, sebagian besar Pusat Pertokoan atau Shopping Mall akan memutar lagu-lagu Tahun Baru Imlek serta meng-dekorasi-nya sesuai dengan Tema Tahun Baru Imlek.

Suasana Perayaan Imlek akan sangat terasa mulai pada bulan ke-12 penanggalan Imlek sampai mencapai puncak perayaan pada tanggal 15 penanggalan Imlek yang juga dikenal dengan perayaan Festival Yuan Xiao atau lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh.

Pantangan yang Dipercaya Selama Imlek 

Peringatan Imlek selalu dirayakan dengan penuh suka cita dengan harapan besar akan keberuntungan pada tahun yang baru. Namun ada beberapa hal yang dilarang saat festival Tahun Baru Imlek, yaitu;

Kata-kata Negatif. Harus diperhatikan adalah kata-kata atau ucapan yang mengandung makna negatif harus dihindari dalam percakapan sehari-hari.

Mencuci pakaian. Dua hari pertama Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari ulang tahun Dewa Air. Jadi jika mencuci pakaian selama dua hari ini, dewa akan tersinggung.

Menyapu dan Membuang Sampah. Ada pantangan menyapu dan membuang sampah. Jika dilakukan maka semua tabungan dan barang berharga akan hanyut. Apabila memang harus menyapu maka harus mulai dari luar ke arah dalam rumah yang berarti mengumpulkan uang.

Menangis. Dipercaya bahwa tangisan anak-anak menandakan penyakit dan kemalangan, yang dapat membawa nasib buruk bagi leluhur keluarga. Oleh karena itu menghindari tangisan anak orang tua tidak boleh menghukum anak biarpun mereka nakal atau melakukan kesalahan.

Pinjam meminjam. Meminjamkan uang atau meminjam apa pun pada hari pertama berarti kerugian ekonomi. Orang tidak boleh menyinggung teman atau tetangga dengan meminjam sesuatu dari mereka. Begitu juga menagih utang dilarang.

Menjahit. Dipercaya jika melakukan pekerjaan menjahit pada hari raya Imlek dapat menimbulkan pertengkaran baik dengan anggota keluarga atau tetangga. Begitu juga dengan membuat sepatu karena dipercaya dapat membawa kejahatan ke rumah.

Menggunakan gunting termasuk yang dilarang, Jika ingin melewati tahun dengan damai jangan menggunakan gunting selama bulan lunar pertama.

Memotong rambut tidak boleh dilakukan karena akan berakibat kematian paman (saudara laki-laki ibu)

Sarapan bubur.  Merupakan hal tabu untuk sarapan di pagi hari pertama. Orang biasanya makan siomay sebagai makanan pertama di tahun baru.

Tidur siang. Dipercaya bahwa orang akan menjadi malas sepanjang tahun jika mereka tidur siang pada hari pertama selain itu jika ada tamu menjadi tidak sopan jika tuan rumah sedang tidur.

Mengenakan pakaian hitam atau putih. Tidak pantas mengenakan pakaian hitam atau putih selama Tahun Baru karena warna-warna tersebut hanya berlaku untuk acara duka. [S21]