Halau Tekanan Publik dan Cari Untung Lebih Besar, Facebook Terus Berbenah

Halau Tekanan Publik dan Cari Untung Lebih Besar, Facebook Terus Berbenah

Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg.

Koran Sulindo – Kemajuan teknologi informatika yang berpengaruh besar pada cara masyarakat dalam berkomunikasi, termasuk komunikasi bisnis, menuntut dunia usaha melakukan penyesuaian dengan cepat. Tak terkecuali bagi raksasa perusahaan media sosial Facebook Inc.

Perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu pun melakukan sejumlah perubahan dalam fitur dan desain platform-nya, dengan arah menjadikan Facebook sebagai media layanan pengiriman pesan dan perusahaan e-commerce. Demikian disampaikan Zuckerberg dalam konferensi tahunan F8 di San Jose, California, Amerika Serikat, Selasa (30/4), sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu ini (1/5).

Dijelaskan Chief Executive Facebook itu, perubahan tersebut antara lain dilakukan di layanan pengiriman pesan Facebook, marketplace online, dan fitur video-on-demand. Juga pada fitur Stories yang kini menjadi sangat populer.

Ada pula beberapa fitur yang dirancang untuk mendorong pengguna berinteraksi lebih dekat dengan teman-teman dan mitra bisnisnya, misalnya opsi “Secret Crush” di layanan Facebook Dating dan ada opsi khusus untuk membuat janji pertemuan. “Dengan semakin terkoneksinya dunia, kita makin membutuhkan kedekatan dengan orang lain. Karena itu, saya percaya, masa depan lebih menekankan privasi. Inilah babak baru untuk layanan kami,” ujar Zuckerberg.

Lebih jauh ia mengungkapkan, layanan pesan pribadi, foto, dan video yang hanya muncul singkat selama periode tertentu dan kelompok-kelompok kecil merupakan sektor yang paling cepat bertumbuh dalam komunikasi online. Tak lupa pula ia mengakui, reputasi Facebook dalam hal privasi sekarang ini sedang melemah.

Layanan Facebook Dating, lanjutnya, akan diperluas ke 14 pasar baru. Berbagai fitur interaktif untuk online shopping serta business-to-consumer (B2C) lain juga akan ditingkatkan. Zuckerberg mengatakan, model yang dijalankan WeChat di Cina dapat diterapkan untuk e-commerce.

Selain itu, para penjual di marketplace juga bisa menerima pembayaran dan mengurus pengiriman langsung lewat Facebook. Adapun pengguna WhatsApp dan Messenger nantinya dapat mengirim uang ke pengguna lain segampang mengirim foto.

Messenger nantinya juga tidak hanya bisa diakses lewat telepon seluler, tapi bisa diakses lewat komputer desktop, baik dengan sistem Windows maupun Mac. “Orang-orang ingin mengirim pesan dari perangkat apa pun dengan mulus dan kadang mereka hanya ingin sedikit lebih banyak ruang untuk berbagi dan terhubung dengan orang yang paling mereka sayangi,” demikian pihak Facebook menjelaskan, sebagaimana dikutip dari Tech Crunch.

Tentu saja, langkah Facebook ini tetap bertujuan meraih keuntungan finansial lebih banyak. Karena, dengan adanya Messenger di desktop nantinya akan menjadikan layanan ini sebagai tempat beriklan yang lebih besar. Apalagi, Messenger di desktop itu akan mencakup beberapa fitur penting sebagaimana versi selulernya, seperti panggilan audio dan group video. Rencananya, Messenger versi desktop akan diluncurkan pada akhir tahun 2019 ini dan sekarang masih pada tahap pengujian.

Pembenahan dan perubahan itu bisa dilihat juga sebagai upaya Facebook membangun kembali kepercayaan publik karena bocornya data 87 juta pengguna Facebook. Juga penyalahgunaan data tersebut oleh Cambridge Analytica pada 2018 lalu. Apalagai, kemudian, Facebook diketahui mengunggah pula kontak alamat e-mail pengguna barunya secara tak sengaja sejak tahun 2016.

Itu sebabnya, Facebook telah menghentikan permintaan verifikasi menggunakan password e-mail sebagai opsi bagi orang-orang yang baru mendaftar. “Estimasi kami, lebih dari 1,5 juta kontak e-mail pengguna yang sudah diunggah. Kontak-kontak itu tidak akan dibagikan kepada pihak lain dan telah kami hapus,” ungkap pihak Facebook, dikutip dari Reuters, 19 April 2019 lalu.

Toh, pada tahun 2018 lalu, Facebook tetap meraup pendapatan yang signifikan, hampir US$ 56 miliar. Sebagian besar pendapatan itu berasal dari iklan, yang disebarkan ke 2,7 miliar akun pengguna aktifnya setiap bulan di seluruh dunia. [PUR]