Pesona Gili Iyang di Kabupaten Sumenep yang memiliki kadar oksigen terbaik ke dua dunia. (foto: www.pantainesia.com)

Tahukah kamu bahwa Indonesia memiliki sebuah pulau dengan kadar oksigen tertinggi kedua di dunia setelah Yordania? Pulau itu berada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan dikenal luas dengan julukan Pulau Oksigen. Nama tersebut bukan sekadar sebutan promosi, melainkan lahir dari fakta ilmiah yang menjadikan pulau ini istimewa. Lantas, apa alasan di balik melimpahnya kadar oksigen di pulau tersebut? Berikut ulasannya.

Pulau yang dimaksud adalah Pulau Gili Iyang, sebuah destinasi wisata unik yang menawarkan pengalaman menghirup udara paling segar di Indonesia. Mengutip laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Gili Iyang dikenal sebagai kawasan dengan kualitas udara yang sangat baik, dengan kadar oksigen mencapai 20,9 persen, lebih tinggi dibandingkan banyak wilayah lain di Tanah Air. Angka ini membuat Gili Iyang dijuluki sebagai Pulau Oksigen dan menempatkannya sebagai lokasi dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia.

Penetapan Gili Iyang sebagai kawasan dengan kadar oksigen tinggi bukanlah klaim sepihak. Hal ini berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Antariksa Nasional (LAPAN) pada tahun 2006 terkait kualitas udara di pulau tersebut.

Dalam penelitian itu, LAPAN menguji kualitas udara di 17 titik berbeda di Gili Iyang. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar oksigen rata-rata di pulau ini berada di angka 20,9 persen. Artinya, dalam setiap 1 liter udara bebas di Gili Iyang, terkandung sekitar 0,209 liter oksigen.

Secara ilmiah, kadar oksigen normal yang masih ditoleransi untuk mencukupi kebutuhan pernapasan manusia berada pada kisaran 19,5 hingga 22,0 persen. Jika kadar oksigen berada di bawah 19,5 persen, seseorang berisiko mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia. Dengan kadar oksigen yang berada di rentang ideal tersebut, kualitas udara di Gili Iyang dapat dikatakan sangat baik dan bersih.

Tingginya kadar oksigen di Gili Iyang juga berkaitan erat dengan minimnya kandungan zat pencemar udara. Di pulau ini, kadar polutan seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, maupun sulfur dioksida tergolong sangat rendah. Kondisi lingkungan yang masih alami, aktivitas industri yang nyaris tidak ada, serta pola hidup masyarakat yang sederhana turut berperan dalam menjaga kebersihan udara di pulau ini.

Namun, Gili Iyang bukan hanya tentang oksigen. Pulau ini juga menyimpan beragam daya tarik wisata alam dan budaya yang eksotis. Wisatawan dapat menikmati keindahan Pantai Ropet dengan panorama lautnya yang menenangkan, mengunjungi fosil ikan paus yang menjadi saksi sejarah alam, serta menjelajahi Gua Mahakarya dan Gua Saripah yang menyimpan pesona alam tersendiri. Selain itu, kuliner khas kepulauan berupa olahan ikan dan hasil laut segar menjadi sajian yang sayang untuk dilewatkan.

Kekayaan budaya lokal pun turut melengkapi pengalaman berwisata di Gili Iyang. Kesenian pencak silat Gili Iyang menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat yang masih lestari hingga kini. Dengan perpaduan antara udara bersih, keindahan alam, kekayaan budaya, dan kuliner khas, wisatawan yang datang ke Gili Iyang tidak hanya diajak untuk berrekreasi, tetapi juga merasakan manfaat terapi kesehatan secara alami.

Pulau Gili Iyang menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bernilai bagi kesehatan. Di tengah meningkatnya polusi udara di berbagai wilayah, keberadaan Pulau Oksigen ini seolah menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi kualitas hidup yang lebih baik. [UN]