Tim PkM dari Universitas Dian Nusantara. (Dok. Pribadi)

Perkembangan teknologi keuangan telah menghadirkan kemudahan akses terhadap berbagai layanan kredit digital.

Pinjaman online dan fitur paylater kini dapat diakses hanya melalui telepon genggam, dengan proses yang cepat dan persyaratan yang relatif sederhana. Bagi Generasi Z yang tumbuh di era digital, kemudahan ini terasa praktis dan instan. Namun di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko yang tidak selalu dipahami secara utuh.

Banyak pelajar telah familiar dengan transaksi digital, tetapi belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsekuensi bunga, denda keterlambatan, risiko gagal bayar, hingga dampak kredit macet terhadap masa depan finansial.

Kurangnya literasi manajemen risiko kredit berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan pengambilan keputusan keuangan yang tidak terencana. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan beban utang yang mengganggu stabilitas ekonomi individu.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Dian Nusantara melakukan pelatihan tatap muka di SMK Budi Perkasa, Tambun, Kabupaten Bekasi. Sebanyak 47 siswa kelas XII mengikuti kegiatan yang dirancang secara interaktif dan aplikatif.

Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme pinjaman online, cara kerja paylater, struktur biaya dan bunga, serta potensi risiko yang menyertainya. Selain itu, peserta dibekali kemampuan mengenali perbedaan antara layanan kredit legal yang diawasi otoritas dan praktik pinjaman ilegal yang merugikan masyarakat.

Kegiatan ini menekankan bahwa kredit bukanlah solusi instan untuk memenuhi gaya hidup, melainkan instrumen keuangan yang harus digunakan secara bijak dan terukur. Edukasi ini menjadi semakin penting di tengah maraknya promosi pinjaman digital yang menyasar kalangan muda.

Melalui pelatihan ini, diharapkan pelajar tidak hanya memahami manfaat kredit digital, tetapi juga mampu mengelola risikonya secara rasional. Dengan fondasi literasi risiko yang kuat, Generasi Z dapat tumbuh menjadi individu yang lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial, sehingga terhindar dari jeratan utang yang tidak produktif di masa depan.