Kepala kolosal Olmec yang terbuat dari batu di Museum Antropologi Nasional, Mexico City, Meksiko. (JC Gonram / Shutterstock.com)

Peradaban-peradaban kuno telah mewariskan fondasi besar bagi peradaban modern. Jejak yang ditinggalkan oleh Mesir Kuno, Mesopotamia, dan masyarakat awal lainnya bukan sekadar peninggalan arkeologis, tetapi juga jendela untuk memahami cara hidup, keyakinan, dan tatanan sosial manusia di masa lampau.

Di antara sekian banyak kerajaan dan masyarakat purba yang pernah berjaya, lima peradaban berikut tercatat sebagai yang tertua dan paling berpengaruh dalam membentuk sejarah umat manusia. Berikut rinciannya sebagaimana di kutip dari laman World Atlas.

1. Peradaban Maya (250 M – 1697 M)

Berakar di wilayah Mesoamerika, peradaban Maya berkembang selama lebih dari dua milenium dan dikenal luas karena kemajuan intelektual dan arsitekturalnya. Mereka mengembangkan sistem tulisan hieroglif yang kompleks, membangun kota-kota batu megah, serta menganut agama politeistik dengan praktik ritual yang kaya.

Sejak kemunculannya sekitar 1500 SM, kehidupan masyarakat Maya sangat tergantung pada pertanian jagung. Pada masa Klasik (sekitar 250 M), bangsa Maya memasuki masa kejayaan—meninggalkan warisan berupa piramida, observatorium, dan sistem kalender yang mengagumkan.

Namun, menjelang akhir abad ke-17, peradaban ini mengalami kemunduran drastis. Penyebabnya masih menjadi misteri, meski beberapa teori menyebutkan kemungkinan konflik internal, degradasi lingkungan, atau kegagalan pertanian.

2. Peradaban Romawi Kuno (753 SM – 476 M)

Bermula sebagai komunitas kecil di semenanjung Italia, Romawi Kuno tumbuh menjadi salah satu kekaisaran terkuat dalam sejarah dunia. Peradaban ini memberikan kontribusi luar biasa dalam bidang teknik, hukum, seni, arsitektur, hingga sastra. Sistem jalan, saluran air (aquaduct), dan hukum-hukum sipil Romawi masih menjadi acuan hingga kini.

Karya-karya sastra dari Virgil (Aeneid), Cicero, hingga Julius Caesar menjadi fondasi bagi pendidikan dan politik di Barat. Namun, kejayaan Roma mulai meredup akibat krisis internal dan serangan dari bangsa barbar. Setelah kota Roma dijarah oleh bangsa Visigoth pada 410 M, titik akhir datang ketika Odoacer menaklukkan kota tersebut pada 476 M, menandai runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat.

3. Peradaban Yunani Kuno (800 SM – 323 SM)

Yunani Kuno adalah pusat kelahiran demokrasi, filsafat, dan seni Barat. Dari tahun 800 SM hingga 323 SM, peradaban ini melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Homer, Plato, Aristoteles, dan Sophocles, yang pemikirannya masih dijadikan rujukan dunia modern.

Dengan sistem politik yang memungkinkan partisipasi warga dalam pemerintahan, bangsa Yunani meletakkan dasar-dasar demokrasi. Mereka juga dikenal karena pencapaian dalam arsitektur, termasuk kuil-kuil megah seperti Parthenon. Olimpiade pertama pun berasal dari sini, dimulai pada 776 SM. Yunani sempat mengalami masa kegelapan pasca-runtuhnya Mycenaean, sebelum bangkit kembali dan menciptakan peradaban yang melampaui zamannya.

4. Peradaban Olmec (1200 SM – 400 SM)

Olmec adalah peradaban awal Mesoamerika yang menetap di wilayah tropis Meksiko tenggara. Meskipun tidak sepopuler Maya atau Aztec, Olmec merupakan pionir budaya di kawasan tersebut. Mereka memperkenalkan sistem tulisan awal, konsep matematika, dan kalender yang kemudian diwarisi oleh peradaban lainnya.

Ciri khas Olmec yang paling mencolok adalah patung kepala batu raksasa yang dipercaya sebagai representasi pemimpin mereka. Peradaban ini juga dikenal dengan aktivitas perdagangan dan ritual religius yang kompleks. Menjelang akhir eksistensinya, Olmec mengalami kemunduran karena berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, peperangan, dan ketegangan politik, hingga akhirnya menyerahkan dominasi kepada bangsa Maya.

5. Peradaban Israel Kuno (1500 SM – 63 SM)

Israel kuno merupakan salah satu peradaban paling awal yang mengusung monoteisme, menjadikannya unik di antara kebudayaan politeistik pada masanya. Peradaban ini dipercaya bermula sekitar 1500 SM, dengan Abraham sebagai tokoh sentralnya yang dikisahkan meninggalkan Ur untuk mendirikan umat yang tunduk kepada satu Tuhan.

Meski catatan sejarahnya kerap menjadi bahan perdebatan, bukti keberadaannya diperkuat oleh Prasasti Merneptah dari tahun 1213 SM. Migrasi dari dan ke Mesir masih menjadi misteri, namun peradaban Israel jelas menghadapi berbagai tantangan dari kekaisaran besar seperti Mesir, Babilonia, dan Romawi.

Pada 63 SM, wilayah Israel berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Meskipun begitu, pengaruh spiritual dan moral dari tradisi Israel kuno masih dirasakan hingga kini, khususnya dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam.

Lima peradaban tertua ini tidak hanya membentuk zamannya, tetapi juga meninggalkan fondasi yang masih kokoh menopang dunia modern.

Dari sistem pemerintahan, filsafat, ilmu pengetahuan, hingga konsep ketuhanan, warisan mereka hidup dalam setiap aspek kehidupan manusia hari ini. Menggali masa lalu bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga memahami akar dari identitas dan peradaban kita di masa kini. [UN]