Nusa Dua, Bali – Politisi senior PDI Perjuangan, Emir Moeis, menyampaikan kesan mendalam terhadap pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam Kongres ke-6 partai yang digelar di Nusa Dua Convention Center, Bali, Sabtu (2/8). Menurut Emir, dari enam kali kongres yang pernah ia ikuti, pidato politik Megawati kali ini adalah yang paling kuat dan menyentuh secara substansi.
“Saya enam kali ikut kongres PDI Perjuangan, mulai dari yang pertama hingga yang ke-6 hari ini. Dan dari semua itu, pidato politik dan pidato penutupan kongres tadi adalah yang terbaik menurut saya,” ungkap Emir.
Ia menilai pidato Megawati sangat komprehensif karena membahas berbagai aspek penting yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari sejarah pembentukan bangsa , pelurusan sejarah atas peran Soekarno dan pencabutan Tap Mprs , masalah ekonomi global , keamanan global , dan terpentjng adalah masalah hukum dan keadilan.
“Pidato tadi penuh dengan pesan-pesan yang sangat bermakna untuk bangsa ini. Mulai dari sejarahnya, ketidakadilan, masalah hukum, ekonomi, geopolitik, keamanan dunia dan negara—semuanya disentuh,” kata Emir.
“Negara ini bisa bertahan bila Pancasila dan keratanegaraan dan konstitusi tetap kita pegang teguh , dan terutama hukum dan keadilan harus benar benar adil , bukan sekedar menjadi alat politisasi dan krimimalisasi terhadap lawan lawan politik. hanya dengan ini maka bangsa kita bisa bertahan dan kita menuju Indonesia Raya,” sambungnya.
Menurut Emir, salah satu poin paling krusial yang disorot Megawati dalam pidatonya adalah persoalan hukum di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya pembenahan sistem hukum yang selama ini kerap menjadi alat politik.
“Kunci dari semuanya adalah masalah hukum kita, yang memang betul-betul harus dibenahi. Karena terlalu banyak sudah terjadi ketidakadilan hukum, di mana selalu ada politisasi dan kriminalisasi terhadap lawan-lawan politik,” tandasnya.
Kongres PDIP ke-6 ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi arah perjuangan partai ke depan. Kehadiran ribuan kader dari seluruh penjuru tanah air serta pidato Megawati yang sarat pesan kebangsaan menunjukkan bahwa PDIP masih konsisten menjaga api perjuangan ideologisnya. [IQT]




