Jakarta — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi aksi “Indonesia Sadar” menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Aksi ini digelar bertepatan dengan dua tahun masa kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo-Gibran.
Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi merasa berbagai janji kampanye pemerintah seperti penyediaan lapangan kerja bagi jutaan orang, kedaulatan pangan dan energi, hingga pemerataan kesejahteraan dinilai telah mengalami kegagalan total setelah dua tahun berjalan.
“Pada 20 Oktober 2024, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia mengucapkan sumpah jabatan dengan dukungan suara yang besar dan janji yang sama besarnya. Namun, dua tahun berselang ini, janji-janji itu dikatakan sebagaimana mestinya: gagal total,” seru perwakilan massa dalam orasinya.
Para mahasiswa menegaskan bahwa seruan dan pernyataan sikap ini tidak ditujukan kepada pihak istana maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dinilai telah tuli dan abai terhadap penderitaan rakyat. Aksi ini diserukan langsung kepada seluruh rakyat Indonesia, mulai dari buruh, tani, pekerja kantoran, hingga generasi muda dari Sabang sampai Merauke.
Dalam orasinya, massa menyoroti sejumlah persoalan krusial yang tengah dihadapi bangsa, di antaranya:
Krisis Lingkungan: Kebakaran hutan demi kepentingan kapital yang menyebabkan polusi parah dan penderitaan bagi jutaan rakyat, serta lambannya pemerintah menetapkan status bencana nasional di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Kesenjangan Sosial: Kontras antara kehidupan para oligarki di gedung-gedung pencakar langit dengan kondisi pedagang kaki lima dan kelas menengah yang semakin terjepit.
Pembungkaman Ruang Sipil: Ancaman terhadap kebebasan berpendapat, termasuk insiden kekerasan terhadap aktivis seperti Andre Yunus, serta maraknya militerisasi.
Persoalan Pendidikan dan Hukum: Kasus putus sekolah akibat himpitan ekonomi, hancurnya fasilitas sekolah di berbagai daerah akibat bencana, hingga dugaan pelemahan hukum oleh kekuasaan.
Serukan Aksi Nasional 28 Oktober
Melihat kondisi tersebut, aliansi mahasiswa menegaskan bahwa perjuangan ini menyangkut masa depan generasi muda yang akan mewarisi berbagai persoalan bangsa saat ini.
Sebagai puncak dari perlawanan dan konsolidasi, massa mahasiswa menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk kembali turun ke jalan dalam Aksi Nasional pada 28 Oktober 2026 mendatang di Jakarta guna menggugat kembali kedaulatan rakyat.
“Bila bukan daulat rakyat, maka akan kami sampaikan bahwasanya pada tanggal 28 Oktober di Jakarta, akan kita adakan aksi nasional untuk menggugat kembali kedaulatan rakyat Indonesia!” tegas perwakilan massa.
Aksi damai di Tugu Tani tersebut ditutup dengan pekikan semangat persatuan, perlawanan terhadap ketidakadilan, serta seruan agar generasi muda bersatu memperjuangkan masa depan bangsa. [IQT]





