Dua Kali Alami “Nasib Sial”, Selebgram Aussie Ini Tak Kapok ke Bali

Dua Kali Alami “Nasib Sial”, Selebgram Aussie Ini Tak Kapok ke Bali

Model Australia yang dua kali mengalami "nasib sial" di Bali: Emily Gurr [Foto: Istimewa]

Koran Sulindo – Keindahan alam Pulau Bali secara umum sudah dikenal masyarakat Australia. Mungkin karena secara geografis dekat atau karena memang ingin menikmati keindahan pantainya yang sempurna. Tidak terkecuali model satu ini yang populer lewat akun Instagram: Emily Gurr.

Seperti dilaporkan sputniknews.com, maksud hati ingin menikmati keindahan alam Bali serta menghabiskan liburan di negeri tropis itu, Gurr justru ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Betapa tidak. Selama berada di Bali, Gurr rupanya terpaksa mendapat perawatan di rumah sakit.

Model yang berasal dari Queensland itu terpaksa mendapat perawatan karena ditabrak pengendara sepeda motor beberapa pekan lalu. Ia lantas terluka parah di pergelangan kakinya. Pengendara sepeda motor itu dikabarkan mabuk sehingga tak mampu mengontrol kendaraannya dan menabrak Gurr yang sedang berjalan mencari makan malam.

Dikatakan Gurr, dokter awalnya mendiagnosanya hanya keseleo. Ia bahkan terpaksa membayar sang dokter secara tunai karena tidak menerima pasien yang menggunakan asuransi. Setelah diperiksa, Gurr justru semakin merasakan sakit. Karena sudah tidak tahan, ia menghubungi perusahaan asuransinya dan segera mengaturnya untuk kembali ke Australia.

Setelah difoto menggunakan sinar-X, dokter menyarankan agar pegelangan kakinya segera dioperasi. Gurr menyetujuinya dan jadilah pergelangan kakinya dioperasi. Dan bukan kali ini saja “nasib sial” menimpanya. sekitar 3 tahun lalu, ia juga mengalami hal serupa ketika berada di Bali. Waktu itu, ia mengalami demam berdarah karena digigit nyamuk ketika beliburan di Vietnam.

Ketika ia bangun pada suatu pagi, Gurr merasa panas dan pusing. Ia menganggap kondisinya itu karena mabuk berlebihan ketika berpesta pada malamnya. Tetapi, keadaannya semakin memburuk. “Saya merasa tidak enak. Saya tidak tahu apa itu, tetapi malam itu sangat menyiksa,” tutur Gurr.

Ia lantas dilarikan ke rumah sakit. Setelah 10 hari di rumah sakit kondisinya justru semakin buruk. Karena itu, keluarganya segera menerbangkannya ke Darwin untuk mendapatkan perawatan. Ibunya sudah menunggu di sana. Semua itu juga karena dibiayai perusahaan asuransi kesehatan.

Kendati 2 kali mengalami “nasib sial”, Gurr tidak pernah kapok untuk kembali ke Bali. Ia mengaku sungguh menyukai Bali. Soal risiko, “Itu ada di mana-mana. Kita hanya perlu berhati-hati.” Juga membuktikan tentang pentingnya asuransi kesehatan, kata Gurr. [KRG]