Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Tanggapi Efisiensi

Eko Wijatmiko, Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi. (foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)

Bekasi – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi menanggapi efiensi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Analis perdagangan Disdagperin Kota Bekasi Eko Wijatmiko mengatakan bahwa efisiensi ini berdampak pada UMKM dimana Disdagperin Kota Bekasi pada tahun-tahun sebelumnya selalu mengadakan pameran UMKM 3 kali dalam setahun, untuk tahun ini karena dampak efisiensi dikurangi menjadi 2 kali.

“Untuk produk-produk lokal itu, mencapai tiga kali, karena efesiensi jadi berkurang jadi dua,” Kata Eko saat di temui di kantor Disdagperin Kota Bekasi, Rabu (26/02/2025).

Eko menilai berkurangnya acara pameran ini juga akan berdampak pada UMKM dimana produk mereka seharusnya bisa lebih dikenal dengan adanya acara pameran karena dampak efisiensi pameran yang ada juga tidak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Disdagperin juga hanya akan mengikuti pameran yang diadakan disekitar wilayah Jawa Barat danJabodetabek, tidak seperti sebelumnya yang bisa mengikuti pameran di wilayah diluar jabodetabek.

“Yang lokalnya mungkin yang dikurangi kita, pameran dagangnya yang ke taraf, keluar daerah. Jadi kita ikut yang di dalam daerah aja mungkin, Sekitar Jabodabek, Jawa Barat itu yang kita ikutin.,” Ungkapnya.

“Dengan acara yang diselenggarakan di mall, pihak mall juga mendapat keuntungan karena meningkatnya jumlah pengunjung,” tambahnya.

Eko juga menjelaskan bahwa efisiensi juga berdampak pada pengoptimalan kinerja dari Dinas itu sendiri, beliau menilai program yang sudah dibentuk oleh Dinas kemungkinan besar tidak akan berjalan maksimal akibat efisiensi ini.

“Program kerja itu tidak didukung dengan anggaran tidak akan optimal. Programnya yang berpengaruh ya tadi menjaga stabilisasi harga, terkait program pameran produk lokal maupun ekspor,” Kata Eko.

Selain itu untuk tetap mendukung UMKM meskipun terdampak efisiensi, pihak Disdagperin terus berinovasi dan mencari langkah yang lebih baik seperti memberikan fasilitas untuk para UMKM yang akan menjual produknya melalui sistem daring.

“Untuk Dinas kami khususnya melakukan kerjasama antar daerah dalam rangka tadi pameran dagang. Seperti Inakraf, Dekra Nasda untuk mendorong. Jadinya baik lokal maupun internasional, itu yang sudah dilakukan dan memfasilitasi penjualan secara e-commerce atau secara online,” Pungkasnya. [IQT]