Bentuk ladang Anggur di La Gueria. (sumber: Lanzarotetransfer)
Bentuk ladang Anggur di La Gueria. (sumber: Lanzarotetransfer)

Bertani dan berkebun memiliki cara yang berbeda-beda, seperti yang ada di Spanyol, tepatnya di wilayah Lanzarote. Petani anggur disana memiliki cara unik tersendiri dalam membudidayakan anggur, mereka menanam anggur dilahan bekas abu vulkanik yang disemburkan gunung berapi.

‎Lanzarote merupakan bagian dari wilayah kepulauan Canary, Spanyol di lepas pantai Maroko. La Gueria merupakan wilayah penghasil anggur Lanzarote. Pulau ini diberkahi dengan tanah vulkanik yang kaya akan mineral. Tanah vulkanik dikenal juga dengan nama Andisol yakni tanah yang terbentuk akibat letusan gunung berapi. Andisol sendiri merupakan jenis tanah yang paling langka di dunia.

Teknik penanaman anggur tegak lurus

‎Setelah letusan gunung pada tahun 1739, lava yang menyembur kurang lebih selama enam tahun, membuat wilayah tersebut diselimuti magma. Setelah magma mengering dan membentuk lapisan tefra diatas tanah kemudian terurai akibat proses alami membuat tanah tersebut mengandung material yang dapat menyuburkan tanah.

Jika biasanya menanam anggur menggunakan para para untuk media perambatan tanaman anggur, berbeda dengan di La Gueria. Budidaya anggur di La Gueria tidak memerlukan media rambat.

‎Untuk menanam anggur di La Gueria dengan hembusan angin yang cukup kencang, mereka menggunakan teknik tersendiri yakni dengan membuat lubang sedalam kurang lebih tiga meter dengan tumpukan batu di bibir lubang dan menanam anggur dalam posisi tegak.

‎Sara Diaz dari Dewan Regulasi Vinos de Lanzarote menjelaskan, “Untuk mengurangi dampak angin, dinding batu vulkanik digunakan sebagai penahan angin. Dinding-dinding ini ditempatkan di arah angin yang dominan.” dikutip dari Lampoonmagezine.com

‎Banyak tantangan yang dihadapi para petani di wilayah ini, tidak hanya angin kencang namun curah hujan yang minim juga menjadi kendala perkebunan anggur di wilayah ini. Meski demikian lapisan tanah abu vulkanik atau disebut picón dapat mencegah penguapan dan menahan kelembaban sehingga memungkinkan untuk ditanami. [IQT]