Di belahan dunia yang masih jarang tersentuh peradaban, terdapat sebuah sungai yang namanya bukan sekadar kiasan puitis. Ia benar-benar menghadirkan warna, seolah alam sedang melukis di atas alirannya sendiri.
Sungai itu bernama Caño Cristales, yang dalam bahasa Indonesia kerap disebut sebagai sungai lima warna atau sungai pelangi. Keunikan inilah yang menjadikannya salah satu fenomena alam paling menakjubkan di dunia.
Caño Cristales terletak sekitar 170 kilometer di selatan Bogotá, tersembunyi di hutan belantara terpencil Taman Nasional Sierra de La Macarena, Kolombia bagian tengah. Letaknya yang jauh dari pusat kota membuat perjalanan menuju sungai ini tidak mudah dan membutuhkan tenaga serta kesiapan fisik.
Titik awal yang umum digunakan adalah kota Villavicencio. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan penerbangan sekitar satu jam menuju La Macarena, sebuah kota kecil di tepi Sungai Guayabero. Setibanya di sana, perjalanan belum usai. Wisatawan masih harus menaiki perahu motor menyusuri sungai sejauh beberapa kilometer hingga mencapai bagian hulu.
Dari titik tersebut, sebuah truk telah menunggu untuk membawa pengunjung menuju kawasan puncak taman nasional sebelum akhirnya tiba di lokasi sungai pelangi. Rangkaian perjalanan panjang ini justru menjadi bagian dari pengalaman, memperlihatkan betapa terisolasinya keajaiban alam tersebut.
Keindahan Caño Cristales mencapai puncaknya pada periode tertentu, yakni antara Juli hingga November, atau pada masa singkat peralihan musim hujan dan kemarau. Pada waktu inilah aliran sungai memancarkan lima warna utama: kuning, hijau, biru, hitam, dan merah. Di antara semuanya, warna merah tua menjadi yang paling dominan dan mencuri perhatian, seolah darah kehidupan mengalir di dasar sungai.
Rona merah tersebut berasal dari tanaman air bernama Macarenia clavigera yang tumbuh di dasar sungai. Tanaman yang menyerupai lumut ini memiliki kemampuan unik untuk berubah warna, bergantung pada intensitas cahaya matahari dan waktu pertumbuhannya. Dalam kondisi tertentu, warnanya dapat tampak magenta, merah terang, hingga ungu.
Sementara itu, warna biru muncul dari kejernihan air sungai, hitam berasal dari bebatuan, hijau dari vegetasi di sekitarnya, dan kuning dari ganggang yang tumbuh alami. Kombinasi unsur-unsur alam inilah yang menjadikan Caño Cristales tampak seperti lukisan hidup yang terus berubah.
Namun di balik pesonanya, kawasan Sierra de La Macarena pernah menyimpan sejarah kelam. Pada abad ke-20, wilayah ini menjadi arena konflik bersenjata antara pemerintah Kolombia, pengedar narkoba, dan tentara gerilya FARC. Kondisi tersebut menjadikan hutan belantara ini sebagai daerah berbahaya untuk dikunjungi. Bahkan sejak 1989 hingga 2009, kawasan ini ditutup sepenuhnya untuk publik.
Ironisnya, justru pada tahun 1989, seorang jurnalis Kolombia bernama Andrés Hurtado García melakukan pendakian ke kawasan terpencil tersebut. Di tengah situasi yang penuh risiko, ia menemukan keajaiban alam yang tersembunyi: sungai pelangi Caño Cristales.
Seiring membaiknya kondisi keamanan, pada tahun 2016 kawasan ini akhirnya dibuka kembali untuk wisata alam. Proses alam selama bertahun-tahun telah mengikis bebatuan di dasar sungai, membentuk kolam-kolam alami dengan air yang sangat jernih. Tumbuhan air yang tidak menutupi permukaan membuat kolam-kolam ini terlihat menggoda, hingga sebagian wisatawan memilih berenang dan menikmati kesegaran langsung dari alam.
Menariknya, Caño Cristales relatif aman dari ancaman satwa buas. Tidak ada hewan berbahaya yang menghuni kawasan sungai ini, hanya amfibi dan beberapa jenis reptil yang berkeliaran di sekitarnya. Kondisi tersebut menambah rasa nyaman bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam tanpa rasa cemas berlebihan.
Pesona Caño Cristales tidak hanya menarik wisatawan biasa, tetapi juga para fotografer dan peneliti dari berbagai penjuru dunia. Kombinasi warna-warna alami yang muncul secara musiman menciptakan pemandangan spektakuler yang sulit ditemukan di tempat lain.
Fenomena ini menjadi objek dokumentasi sekaligus kajian ilmiah tentang ekosistem unik yang masih terjaga. Tak heran jika kini banyak operator wisata menawarkan paket perjalanan khusus agar pengunjung dapat menikmati keindahan sungai pelangi pada waktu yang paling optimal. [UN]




