Bonatua Silalahi bersama penasihat hukum Roy Suryo saat di Polda Metro Jaya. (Foto: Sulindo)

Jakarta – Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi penuhi panggilan Polda Metro untuk diperiksa sebagai ahli bagi Roy Suryo dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Rabu, (11/2).

‎Bonatua diperiksa bersama dengan Leony Lidya yang merupakan ahli kebijakan publik dan ahli dalam bidang Software Engineering juga Information System.

‎Mereka juga merupakan penggugat dokumen ijazah Jokowi ke Komisi Informasi Provinsi (KIP) DKI Jakarta.

‎Dalam gugatannya, Bonatua berhasil memenangkan sehingga KIP memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunjukkan salinan ijazah Jokowi.

‎Bonatua menekankan bahwa penelitiannya agar dokumen tersebut benar-benar diakui atau terlegalisir.

‎”Dan setahu saya, mungkin kalau dia penelitian yang bersifat apa, bersifat untuk publik yang dimiliki institusi, itu bukan izin ya. Tapi semacam apa ya, supaya data itu terlegalisir,” kata Bonatua.

‎Bonatua juga menekankan bahwa penelitian yang dilakukan Roy Suryo, Rismon, Tifa (RRT) merupakan penelitian mengenai informasi yang terdapat dalam ijazah bukan meneliti ijazah Jokowi.

‎”satu yang saya lihat dari teman-teman RRT, bahwa mereka meneliti informasi dalam ijazah itu, bukan meneliti dokumen ijazah yang dimiliki Pak Jokowi. Karena memang ijazah itu tidak ada,” ungkapnya.

‎Bonatua juga sempat menunjukkan salinan ijazah Jokowi yang Ia dapat dari KPU.

‎”Nah karena dari awal kota statment-kan bahwa yang diuji mereka adalah informasinya, informasi yang ini, maka informasi ini identik 100 persen sama dengan informasi yang ada di ijazah asli, yang katakanlah asli, sama dengan yang ada di Dian Sandi,” ujar Bonatua.

‎Bonatua sempat mengklarifikasi terkait dirinya yang sebagai ahli dalam bidang penelitian. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya melakukan kerja dan praktik keterbukaan informasi publik.

‎”jadi sebelumnya saya akan mengklarifikasi juga bahwa sebelum saya meneliti, saya harus pelajari dulu penelitian sebelumnya apa, ternyata saya temukan penelitian terdekat saya adalah penelitian yang dilakukan RRT,” ucapnya. [IQT]