Ilustrasi: Presiden Joko Widodo dan Presiden Moon Jae-in blusukan di pusat belanja di wilayah Dongdaemun, Dongdaemun Design Plaza (DDP), Seoul, Korea Selatan, Senin malam (10/9/2018)/Antara-Joko Susilo

Koran Sulindo – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengajak blusukan Presiden Joko Widodo ke pusat belanja di wilayah Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan, Senin (10/9/2018) sekitar pukul 19.30 waktu setempat.

Dongdaemun Design Plaza merupakan pusat belanja pakaian berbagai model yang terkenal di Seoul, seperti Pasar Tanah Abang di Indonesia. Barang yang dijual di tempat ini cukup murah dan jumlah pedagangnya hampir 30 ribu dapat ditata rapi.

Sekitar 10 bulan lalu, Presiden Jokowi mengajak Presiden Moon blusukan ke Pasar Tanah Abang Jakarta.

Blusukan itu dilakukan seusai acara jamuan makan malam di “Blue House”. Di sana Presiden Moon mengajak Presiden Jokowi menikmati “Rose Garden”, yaitu ribuan mawar buatan yang telah diberi sebuah lampu LED serta sentuhan teknologi terbaru berjejer rapi membentuk sebuah taman bunga.

Presiden Jokowi terlihat antusias diajak keliling Presiden Moon di pusat belanja ini. Ibu Iriana sempat berbelanja membeli baju di Dongdaemun Design Plaza ini.

Jokowi mengaku tempat itu bisa dapat dijadikan model di Indonesia sebagai tempat belanja murah dan suasana yang rapi.

“Bisa dijadikan model,” kata Jokowi, seperti dikutip antaranews.com.

Usai berkeliling Dongdaemun Design Plaza hampir satu jam, Presiden Jokowi dan rombongan langsung kembali ke hotel tempat menginap selama melakukan kunjungan kenegaraan di Korea Selatan.

6 Kesepakatan
Sebelumnya, dalam jamuan kenegaraan, Presiden Republik Korea Moon Jae-in, mengucapkan selamat atas kesuksesan penyelenggaraan Asian Games tahun 2018.

“Saya merasa gembira juga karena para atlet dan pengunjung dapat menikmati Asian Games dengan Era D (Disrupsi Teknologi) di Jakarta dan Teknologi 5 T yang dibangun oleh perusahaan Korea,” kata Presiden Moon, di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Senin (10/9/2018), seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden Moon menilai tinggi pengembangan hubungan antarkedua negara dan menyepakati akan memperluas lingkup dan tingkat kerja sama kedua negara pada masa yang akan datang, sebagai tanda 45 Tahun jalinan hubungan diplomatik antarkedua negara.

Presiden Moon mengatakan ada kemajuan usai kesepakatan 27 November 2017 lalu.

Pertemuan bilateral antara delegasi Pemerintah Republik Indonesia dengan delegasi Pemerintah Republik Korea (Korsel) menghasilkan 6 kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh para menteri terkait di hadapan Presiden Jokowi dan Presiden Moo Jae-in, di Blue House, Istana Presiden Korsel, Seoul, Senin (10/9) siang.

Keenam MoU itu adalah:

  1. MoU tentang Keimigrasian ditandatangani oleh Menlu RI dan Menteri Kehakiman Korsel;
    2. MoU tentang Kerja sama Perekonomian ditandatangani oleh Menlu RI dan Menteri Perindustrian dan Energi Korsel;
    3. MoU tentang Kerja sama Administrasi Kepegawaian ditandatangani oleh Menteri PANRB dan Menteri Manajemen Kepegawaian Korsel;
    4. MoU tentang Pertukaran dan Kerja sama bidang Legislasi ditandatangani oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Legislasi Korsel;
    5. MoU tentang Kerja sama Keamanan Lalu ditandatangani oleh Menlu RI dan Komisioner Jenderal Korean Coast Guard; dan
    6. MoU tentang Kerja sama Revolusi Industri 4.0 ditandatangani oleh Menteri Perindustrian RI dan Kepala Dewan Penelitian Ekonomi Korsel.

Pagi hari sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menerima menerima pimpinan 4 perusahaan besar negara tersebut secara bergantian, di salah satu ruangan Hotel Lotte, Seoul, Korsel, Senin (10/9) pagi.

Keempat pimpinan perusahaan besar itu adalah Kag-gyu Hwang Vice Chairman Lotte Group, Choi Jeong-woo Chairman & CEO POSCO, Kyung-shik Sohn Chairman CJ Group, dan Chung Euison Vice Chairman Hyundai Motor Company.

Salah satu pimpinan perusahaan yang diterima Presiden Jokowi, Lotte Group Kag-gyu Hwang mengatakan niat perusahaannya untuk berupaya meningkatkan investasi di Indonesia.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menlu Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Dubes RI untuk Korsel Umar Hadi. [DAS]