Operation INFEKTION merupakan kampanye disinformasi pada masa Perang Dingin yang menyebarkan klaim bahwa HIV, virus penyebab AIDS, diciptakan oleh Amerika Serikat melalui penelitian senjata biologis.
Operasi ini dikaitkan dengan KGB, badan intelijen Uni Soviet, dan melibatkan jaringan penyebaran informasi di sejumlah negara.
Dokumen intelijen yang ditemukan setelah Perang Dingin mengungkap keterlibatan KGB dan Stasi, badan keamanan Jerman Timur, dalam kampanye tersebut.
Arsip Stasi mencatat nama sandi Operation Denver, yang menjadi salah satu bukti penting untuk menelusuri sejarah disinformasi Soviet tentang asal-usul HIV.
Latar Belakang Operation INFEKTION
AIDS mulai dikenali sebagai masalah kesehatan baru pada 1981.
Pada 5 Juni tahun tersebut, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan laporan mengenai lima pasien di Los Angeles yang mengalami pneumonia Pneumocystis, infeksi yang jarang ditemukan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal.
Penyebab kondisi tersebut belum diketahui saat laporan awal diterbitkan.
HIV kemudian diidentifikasi sebagai virus penyebab AIDS melalui penelitian virologi pada awal 1980-an.
Pada masa ketika pengetahuan mengenai penyakit tersebut masih berkembang, muncul berbagai spekulasi tentang asal-usulnya, termasuk tuduhan bahwa virus tersebut merupakan hasil eksperimen militer AS.
KGB memanfaatkan narasi tersebut untuk kepentingan politik Soviet.
Tuduhan bahwa AS menciptakan HIV sebagai senjata biologis dapat merusak reputasi Washington dan memicu kecurigaan terhadap kebijakan serta penelitian militernya.
Dokumen diplomatik AS pada 1986 mencatat penyebaran tuduhan tersebut dalam berbagai publikasi internasional.
Kronologi Operation INFEKTION dan Penyebaran Teori HIV Buatan AS
Pada 17 Juli 1983, surat kabar Patriot di India menerbitkan tulisan berjudul AIDS May Invade India: Mystery Disease Caused by U.S. Experiments.
Tulisan tersebut berupa surat anonim yang menghubungkan AIDS dengan eksperimen senjata biologis Pentagon di Fort Detrick, Maryland.
Penulis surat memperkenalkan dirinya sebagai ilmuwan dan antropolog Amerika, tetapi identitasnya tidak diungkapkan dalam publikasi tersebut.
Dia mengklaim bahwa penyebab AIDS berkaitan dengan penelitian militer AS.
Publikasi ini menjadi salah satu bukti awal peredaran teori HIV buatan AS.
Namun, kemunculan klaim tersebut di Patriot tidak berarti bahwa seluruh pihak yang kemudian menyebarkannya mengetahui keterlibatan intelijen Soviet.
Pada 7 September 1985, KGB mengirim telegram kepada badan keamanan Bulgaria mengenai langkah-langkah untuk membentuk opini internasional bahwa AIDS merupakan akibat eksperimen rahasia senjata biologis AS yang lepas kendali.
Telegram tersebut menjadi bukti arsip penting mengenai keterlibatan langsung KGB dalam penyebaran disinformasi tentang asal-usul HIV.
KGB meminta bantuan pihak Bulgaria untuk memperluas penyebaran narasi itu ke luar negeri.
Pada 3 September 1986, Stasi menyusun rencana kerja sama dengan badan keamanan Bulgaria untuk periode 1987–1988.
Dokumen tersebut menggunakan nama sandi Operation Denver dan memuat rencana penyebaran materi yang mengklaim bahwa AIDS berasal dari AS, bukan Afrika.
Dokumen itu juga mencatat tujuan politik berupa penguatan sentimen anti-Amerika dan pemicu kontroversi di AS.
Istilah Operation INFEKTION lebih dikenal dalam pembahasan populer, sedangkan Operation Denver merupakan nama sandi yang tercatat dalam arsip Stasi.
Keduanya digunakan dalam pembahasan sejarah kampanye yang sama.
Pada 1986, beredar brosur berjudul AIDS: USA home-made evil, NOT out of AFRICA yang memuat penelitian AIDS: Its Nature and Origin karya Jakob Segal dan istrinya, Lilli Segal.
Materi tersebut diedarkan dalam konteks KTT Gerakan Non-Blok di Harare, Zimbabwe.
Jakob Segal, seorang biolog kelahiran Soviet yang tinggal di Jerman Timur, mendukung teori bahwa HIV diciptakan melalui rekayasa biologis AS.
Penelitiannya memberikan penjelasan yang diklaim memiliki dasar ilmiah bagi tuduhan tersebut.
Arsip menunjukkan bahwa materi Segal dimanfaatkan dalam kampanye disinformasi.
Namun, bukti yang tersedia tidak cukup untuk menyatakan bahwa seluruh penelitian mereka sejak awal diperintahkan atau dikendalikan langsung oleh KGB maupun Stasi.
Dalam telegram kepada badan keamanan Bulgaria pada 1987, KGB menyebut kerja sama dengan pihak Jerman Timur dan, dalam tingkat tertentu, Cekoslowakia.
Telegram tersebut menyatakan bahwa narasi mengenai virus AIDS buatan dan keterlibatan Pentagon telah tersebar melalui media.
Pernyataan itu merupakan penilaian internal KGB atas hasil operasinya.
Dokumen tersebut tidak memberikan ukuran independen mengenai jumlah orang yang mempercayai klaim tersebut.
Pada periode yang sama, pemerintah AS terus menanggapi disinformasi tersebut melalui jalur diplomatik.
Dokumen Departemen Luar Negeri AS pada Juli 1987 mencatat bahwa persoalan penyebaran tuduhan mengenai AIDS telah dibahas dalam hubungan bilateral dengan pihak Soviet.
Bagaimana KGB Menyebarkan Disinformasi tentang AIDS?
Kampanye Operation INFEKTION memanfaatkan media cetak, kantor berita, publikasi yang mengatasnamakan penelitian ilmiah, dan jaringan informasi internasional.
Narasi tentang HIV buatan AS dapat muncul dalam satu publikasi, kemudian dikutip atau diterbitkan kembali melalui saluran lain.
Pengulangan tersebut memungkinkan klaim yang sama menjangkau pembaca di berbagai negara.
Namun, banyaknya publikasi yang mengulang suatu tuduhan tidak membuktikan kebenaran informasi tersebut ataupun menunjukkan bahwa seluruh penerbit terlibat dalam operasi intelijen.
Fort Detrick menjadi bagian penting dalam narasi disinformasi itu.
Fasilitas militer AS itu memang melakukan penelitian mengenai penyakit menular dan pertahanan biologis.
Kampanye kemudian menghubungkan aktivitas penelitian itu dengan tuduhan bahwa HIV dibuat sebagai senjata biologis.
Apa Fakta Ilmiah tentang Asal-Usul HIV?
Klaim bahwa HIV diciptakan di laboratorium militer AS tidak didukung bukti ilmiah yang kredibel.
Penelitian genetika dan evolusi virus menunjukkan bahwa HIV berasal dari beberapa peristiwa penularan lintas spesies virus imunodefisiensi simian atau simian immunodeficiency virus (SIV) dari primata Afrika ke manusia.
HIV-1 kelompok M, yang menyebabkan pandemi HIV global, berasal dari penularan SIVcpz dari simpanse di Kamerun bagian tenggara.
Analisis evolusi memperkirakan bahwa nenek moyang bersama kelompok virus ini telah ada pada awal abad ke-20, jauh sebelum epidemi AIDS dikenali secara resmi pada 1981.
Temuan tersebut juga menjelaskan mengapa tahun 1981 tidak dapat dianggap sebagai awal keberadaan HIV.
Tahun itu menandai pengenalan epidemi AIDS secara medis, sedangkan analisis sampel biologis historis dan materi genetik menunjukkan bahwa HIV telah beredar pada manusia sebelumnya.
Asal-usul evolusioner HIV dibahas dalam penelitian Paul M. Sharp dan Beatrice H. Hahn berjudul Origins of HIV and the AIDS Pandemic, yang diterbitkan dalam jurnal Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine. [BP]
Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan baca lebih banyak artikel tentang peristiwa penting dunia.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I


