Jakarta – Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menyambut baik kunjungan dan masukan dari para pakar hukum tata negara seperti Denny Indrayana dan Refly Harun. Ia menegaskan bahwa DPD RI berkomitmen untuk tidak tinggal diam serta siap menindaklanjuti berbagai aspirasi publik melalui mekanisme kelembagaan yang konstitusional dan terukur.
Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah dinas kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Tamsil mendengarkan secara seksama empat poin krusial yang disampaikan para narasumber, termasuk implikasi putusan MK, permasalahan kualifikasi pendidikan calon, skandal perubahan aturan PKPU, hingga dugaan kebohongan publik.
Menanggapi keterbatasan kewenangan konstitusional yang dimiliki oleh DPD RI, Tamsil menyatakan bahwa lembaganya akan mengambil langkah-langkah strategis, salah satunya dengan menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) serta melibatkan para akademisi, pakar hukum dari CALS, dan elemen civil society lainnya.
“kami sudah mendengar tadi beberapa masukan, terutama sekali terkait usulan supaya dilakukan telaah atau kajian terhadap keputusan ini dan itu, nah, salah dilakukan dalam bentuk diskusi, dalam bentuk Focus Group Discussion yang akan melibatkan teman-teman ahli,” Kata Tamsil kepada awak media di Rumah dinasnya pada Selasa (13/10/2026).
Langkah dialogis ini dipandang sebagai bentuk respons nyata DPD RI dalam menjalankan fungsi representasi daerah secara optimal.
Dengan menampung berbagai masukan kritis dari para pakar dan aktivis civil society, DPD diharapkan mampu merumuskan rekomendasi yang bernas, baik secara institusional kelembagaan maupun personal, guna mengawal pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
“Tapi saya kira DPR, seperti yang kita saksikan bersama,
terus juga melakukan terobosan-terobosan, tidak akan mengembalikan aspirasi yang betul dari partai-partai yang ada dan mendengar beberapa partai secara tegas mengharapkan supaya DPR merespons santun, kita tidak mendiamkan. Nah, saya kira DPD sama posisinya,” ujarnya.
Selain itu Tamsil juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan yang lain dan sebagai Ketua DPD RI, Ia berharap agar hasil pertemuan tersebut menjadi catatan dan masukan yang positif untuk demokrasi Indonesia kedepannya. [IQT]





