Le Bon Marché 1863. (sumber: Wikimedia)

Prancis dikenal dengan pusat fasion dunia, hal ini tidak lepas dari keberadaan Le Bon Marché, sebuah ritel modern yang dipercaya sebagai ritel modern pertama di dunia.

Le Bon Marché sendiri bermula dari sebuah toko kecil multi-konter dengan dua belas karyawan dan empat departemen bernama Au Bon Marché yang didirikan oleh dua bersaudara Paul dan Justin Videau. Mereka menjual perlengkapan jahit seperti seprai, kasur, dan payung.

Baru pada 1 juni tahun 1853 saat mereka bermitra dengan Aristide dan Marguerite Boucicaut dimana mereka mulai merevolusi toko dengan mengembangkan konsep toko serba ada dengan beragam barang dagangan dengan harga tetap dengan margin rendah dan label Harga tertera pada rak-rak barang dagangannya, akses langsung, prinsip kepuasan atau uang kembali, dan penataan barang dagangan di area penjualan.

Meski demikian konsep baru ini dikhawatirkan akan membuat toko tidak berkembang hingga pada tahun 1863, keluarga Boucicaut membeli saham saudara-saudara Videau, yang takut dengan ide bisnis pasangan tersebut.

Pada tahun 1869, kesusksesan toko ini mulai terlihat hingga keluarga Bouciaut mulai memperluas toko mereka. Mereka mempercayakan perluasan toko tersebut kepada arsitek Alexandre Laplanche di lahan bekas rumah sakit orang miskin yang telah dipindahkan pada tahun 1863 ke Issy-les-Moulineaux (sekarang Rumah Sakit Corentin-Celton).

Peletekan batu fondasi pertamanya dimulai pada 9 September 1869. Namun pembangunan tersebut sempat terhenti akibat peristiwa pengepungan Paris pada tahun 1870 dan bangunan yang belum rampung tersebut dijadikan sebagai pusat distribusi makanan. Pembangunan kemudian dilanjutkan setelah keadaan membaik dan toko diresmikan pada tanggal 2 April 1872.

Meski telah selesai dibangun namun pemilik merasa toko tersebut masih terlalu kecil sehingga perluasan Kembali dilakukan di tahun yang sama.

ArsitekLouis-Charles Boileau dipilih menggantikan arsitek pada pembangunan sebelumnnya, dan Jean-Alexandre Laplanche, meminta bantuan insinyur Armand Moisant untuk pembangunan struktur bangunan (1870-1887).

Le Bon Marché berkembang dari omzet 500.000 franc, luas 300 m2 dan 12 karyawan pada tahun 1852, berkembang menjadi omzet 72 juta franc, luas 50.000 m2 dan 1.788 karyawan pada tahun 1877.

Ekspansi ini menandai munculnya kelas sosial baru, yaitu karyawan, kelas menengah yang akan menjadi pelanggan toko serba ada di masa depan.

Strategi unik dilakukan Le Bon Marché untuk menarik para pelanggan Wanita dimana untuk pertama kalinya mereka membangun toilet khusus Wanita dan ruang baca untuk para suami yang menunggu istrinya untuk berbelanja.

Mereka juga menyediakan 6 juta katalog mode dengan contoh kain yang dipotong kecil yang disebarkan ke seluruh dunia pada awal abad ke-20.

Le Bon Marché juga mengembangkan jasa pengiriman produk ke rumah-rumah dan layanan pengiriman melalui pos gratis. selain itu Le Bon Marché juga memperluas iklannya melalui poster, kalender, iklan, dan buku harian yang mengumumkan acara harian.

Pada 27 Maret 1950 perusahaan toko serba ada Bon Marché mengalami kebangkrutan. Dipimpin oleh Jacques-Gustave Chezleprêtre hingga tahun 1970, perusahaan tersebut mengalami penurunan laba bersih hingga hanya beberapa ribu franc pada tahun 1954-1955, padahal dua puluh tahun sebelumnya perusahaan tersebut merupakan perusahaan paling menguntungkan di pasar saham.

Situasi memburuk lagi pada tahun 1960-an, dengan persaingan dari hypermarket dan penurunan departemen pesanan melalui pos yang berbasis di Wissous.

Pada tahun 1970, perusahaan tersebut diakuisisi oleh saudara-saudara Willot, melalui anak perusahaan mereka Saint Frères, yang sudah memiliki toko À la Belle Jardinière.

Antara tahun 1972 dan 1975, mereka mereorganisasi semua toko dan memulihkan profitabilitas. Selama periode krisis ini, terjadi lebih dari 800 pemutusan hubungan kerja di Paris saja, dan semua toko Bon Marché di provinsi ditutup. Pada tahun 1978, atap kaca besar toko kedua dibongkar dan diganti dengan kantor di lantai 2 sampai 6. Pada tahun 1983, omzet di Paris mencapai 693 juta franc. [IQT]